Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Di tengah tekanan fiskal saat ini, Pemerintah didorong untuk mengoptimalkan pendapatan dari berbagai sektor.
Salah satu potensi yang dapat digali di Kota Samarinda saat ini adalah parkir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda sebelumnya telah ditarget menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp204 miliar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Boy Leonardo Sianipar optimistis target PAD dari sektor parkir sebesar Rp200 miliar dapat tercapai, dengan catatan program parkir berlangganan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa target tersebut bukan sekadar angka ambisius, melainkan hasil perhitungan berbasis potensi kendaraan yang ada di Kota Samarinda.
Menurutnya, kunci utama dalam pencapaian target tersebut terletak pada efektivitas implementasi sistem parkir berlangganan yang telah disiapkan pemerintah kota.
"Kalau parkir berlangganan ini dimanfaatkan secara optimal, kami yakin target Rp200 miliar itu bisa tercapai," ucap Boy.
Perhitungan target PAD tersebut dilakukan berdasarkan jumlah kendaraan yang terdata di Samarinda, yang mencapai ratusan ribu unit baik roda dua maupun roda empat. Data tersebut menjadi dasar dalam menghitung potensi riil penerimaan dari sektor parkir.
Ia menegaskan, program parkir berlangganan dirancang untuk memperluas basis retribusi sekaligus meningkatkan kepatuhan pengguna kendaraan dalam membayar layanan parkir secara lebih tertib dan sistematis.
"Potensi kendaraan di Samarinda itu besar. Kalau sistemnya berjalan dan masyarakat ikut dalam skema parkir berlangganan, maka capaian target itu sangat memungkinkan," jelasnya.
Dishub juga menilai, peningkatan target PAD setiap tahun mencerminkan dinamika pertumbuhan ekonomi masyarakat serta semakin berkembangnya aktivitas mobilitas di Kota Samarinda.
Dengan dukungan sistem yang lebih terstruktur, ia optimistis tata kelola perparkiran di Samarinda tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih tertib, transparan, dan efisien.
"Intinya ada di implementasi. Kalau parkir berlangganan berjalan optimal, kami yakin target ini bisa dicapai," pungkasnya.


