Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengingatkan para orang tua dan wali murid agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan calon siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027.
Menurutnya, seluruh tahapan penerimaan siswa baru di Kota Balikpapan dilakukan secara online, sehingga tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip maupun perlakuan khusus terhadap calon peserta didik.
"SPMB ini tidak dipungut biaya. Pemkot Balikpapan menjamin proses penerimaan murid baru berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik titip-menitip," ucap Bagus, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB telah dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
Selama proses tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan terus melakukan pengawasan agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Bagus menegaskan penerapan sistem digital menjadi salah satu langkah untuk menekan potensi kecurangan dalam penerimaan peserta didik baru.
Dengan mekanisme online, masyarakat dapat memantau proses seleksi secara terbuka dan objektif.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk gratifikasi maupun intervensi yang dapat mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan.
"Kami tidak mentoleransi praktik gratifikasi atau intervensi dalam bentuk apapun," tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya bergantung pada sistem yang telah disiapkan pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat untuk mematuhi seluruh prosedur yang berlaku.
Untuk itu, Bagus meminta orang tua dan wali murid mengikuti jalur resmi yang telah ditetapkan serta mengabaikan tawaran dari oknum yang menjanjikan kelulusan melalui cara-cara di luar mekanisme yang berlaku.
Ia berharap penerapan SPMB berbasis digital dapat menciptakan proses penerimaan siswa yang bersih, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik di Kota Balikpapan.
"Semua dilakukan secara online sehingga masyarakat bisa melihat prosesnya secara terbuka. Tujuannya agar penerimaan murid baru berjalan adil dan sesuai aturan," pungkasnya.


