Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berharap Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mensupport rencana pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Regional Sungai Mahakam.
Naskah perjanjian kerja sama terkait rencana pembangunan SPAM Regional Sungai Mahakam telah ditandatangani oleh ketiga daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni Kabupaten PPU, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Balikpapan pada Februari 2024 lalu.
Kemudian belakangan Pemerintah Kota Samarinda ikut serta dalam kerja sama rencana pembangunan SPAM Regional Sungai Mahakam.
“Rencana pembangunan SPAM Regional Sungai Mahakam masih dalam tataran koordinasi antara Pemkab PPU, Kukar, Balikpapan dan Samarinda,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) PPU, Hadi Saputro, Jumat (19/6/2026).
SPAM Regional Sungai Mahakam digagas oleh empat kabupaten/kota untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah PPU, Balikpapan, Kukar dan Samarinda.
Selain itu, ini akan dipersiapkan untuk mensupport kebutuhan air bersih Ibu Kota Nusantara. Tapi untuk merealisasikan pembangunan SPAM Regional Sungai Mahakam memerlukan anggaran yang cukup besar, antara Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun.
Untuk itu, Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) diharapkan membantu anggaran pembangunan SPAM Regional tersebut.
“Mengalirkan air dari Sungai Mahakam ke Kukar, Balikpapan, melintasi IKN dan PPU, itu tidak sederhana. Butuh perencanaan infrastruktur dan anggaran yang matang,” jelasnya.
SPAM Regional Sungai Mahakam direncanakan untuk mengalirkan air baku ke empat wilayah tersebut.
Namun, ada opsi lain bahwa SPAM Regional Sungai Mahakam juga akan dilengkapi dengan Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 1.000 liter per detik.
“Di masa mendatang PPU dan IKN membutuhkan pasokan air yang besar. Ini salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan masyarakat maupun industri,” pungkasnya.


