Jalan dan Jembatan Rusak akibat Diguyur Hujan, Pasokan BBM ke Krayan Selatan Terhenti

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Antrian BBM masyarakat Krayan Selatan akibat stok BBM yang terbatas akibat jalan rusak. (Foto: Oktavianus Ramli)
Antrian BBM masyarakat Krayan Selatan akibat stok BBM yang terbatas akibat jalan rusak. (Foto: Oktavianus Ramli)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalan dan Jembatan Rusak akibat Diguyur Hujan, Pasokan BBM ke Krayan Selatan Terhenti

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Antrian BBM masyarakat Krayan Selatan akibat stok BBM yang terbatas akibat jalan rusak. (Foto: Oktavianus Ramli)
Antrian BBM masyarakat Krayan Selatan akibat stok BBM yang terbatas akibat jalan rusak. (Foto: Oktavianus Ramli)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalan dan Jembatan Rusak akibat Diguyur Hujan, Pasokan BBM ke Krayan Selatan Terhenti

Antrian BBM masyarakat Krayan Selatan akibat stok BBM yang terbatas akibat jalan rusak. (Foto: Oktavianus Ramli)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kecamatan Krayan Selatan, terhenti akibat kerusakan sejumlah ruas jalan dan jembatan yang semakin parah setelah diguyur hujan dalam sepekan terakhir.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan pengangkut BBM tidak dapat melintasi jalur darat menuju wilayah perbatasan yang dikenal sebagai sentra produksi beras Adan itu. Hingga saat ini, kebutuhan BBM masyarakat masih bergantung pada stok yang tersisa.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan curah hujan yang tinggi menyebabkan akses transportasi darat mengalami kerusakan di beberapa titik sehingga menghambat distribusi logistik, termasuk pasokan BBM.

“Sudah sekitar satu minggu hujan terus-menerus mengguyur wilayah kami. Kondisi jalan dan jembatan semakin rusak sehingga kendaraan pengangkut BBM belum bisa masuk ke Krayan Selatan,” kata Oktavianus Ramli, Jumat (19/6/2026). 

Terhambatnya pasokan BBM turut berdampak pada pelayanan kelistrikan di wilayah tersebut. Saat ini, operasional pembangkit masih mengandalkan persediaan BBM yang tersedia sehingga waktu pelayanan listrik kepada masyarakat harus dibatasi.

Menurut Oktavianus, pembatasan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar pasokan BBM yang tersisa dapat digunakan lebih lama sambil menunggu distribusi kembali normal.

“Pelayanan listrik sementara hanya dapat diberikan sekitar empat jam setiap hari. Kebijakan ini terpaksa diambil untuk menghemat penggunaan BBM agar pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stok BBM yang tersisa saat ini diperkirakan lebih dari satu ton. Dengan pola penggunaan yang dibatasi, persediaan tersebut diperkirakan masih mampu menopang kebutuhan operasional selama sekitar satu setengah minggu ke depan.

Meski demikian, pemerintah kecamatan mengkhawatirkan dampak yang lebih luas apabila pasokan BBM tidak segera masuk ke wilayah Krayan Selatan. Selain berpengaruh terhadap layanan kelistrikan, keterlambatan distribusi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Karena itu, Oktavianus berharap perbaikan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan dapat segera dilakukan agar akses transportasi kembali terbuka dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat dapat berjalan normal.

“Kami berharap penanganan infrastruktur yang rusak dapat segera dilakukan. Akses jalan yang memadai sangat penting untuk menjamin kelancaran distribusi barang, termasuk BBM yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” tuturnya.

Saat ini, pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan kondisi infrastruktur dan ketersediaan stok BBM sembari berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi atas hambatan distribusi yang terjadi.