Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Asisten I Sekretariat Kota (Setkot) Balikpapan, Zulkifli menekankan pentingnya peningkatan literasi politik dan literasi digital di tengah semakin kompleksnya tantangan demokrasi pada era teknologi informasi.
Ini disampaikannya saat menghadiri Diskusi Publik bertema "Mewujudkan Politik yang Berintegritas dan Bermartabat Pasca Pemilu dan Pilkada Tahun 2024" di Poltekkes Kemenkes Balikpapan, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Zulkifli, perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat tidak hanya membawa berbagai manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan serius bagi kehidupan demokrasi.
Ia menyebut penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian hingga polarisasi sosial menjadi ancaman yang harus diantisipasi bersama karena berpotensi mengganggu persatuan masyarakat pascapemilu dan Pilkada 2024.
"Karena itu, peningkatan literasi politik dan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu menyaring informasi secara kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah," kata Zulkifli.
Ia menilai kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh suksesnya penyelenggaraan pemilu, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga ruang publik yang sehat dan kondusif setelah kontestasi politik berakhir.
Menurutnya, Pemilu dan Pilkada 2024 telah berlangsung aman, tertib, dan kondusif, termasuk di Kota Balikpapan. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat kedewasaan politik masyarakat yang semakin baik.
Meski demikian, Zulkifli mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
Setelah seluruh tahapan selesai, masyarakat diharapkan kembali mengedepankan persatuan, kolaborasi dan gotong royong untuk membangun daerah.
Ia juga menegaskan bahwa politik yang berintegritas harus dibangun di atas nilai kejujuran, tanggung jawab, kepatuhan terhadap hukum, serta komitmen menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sementara politik yang bermartabat tercermin dari etika dalam berpolitik, penghormatan terhadap perbedaan pandangan dan terbukanya ruang dialog yang sehat.
Sebagai kota penyangga sekaligus gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial, politik dan keamanan wilayah.
Menurutnya, stabilitas tersebut menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi.
"Kompetisi politik boleh berakhir, tetapi pengabdian kepada masyarakat tidak pernah berakhir. Perbedaan pilihan boleh terjadi, tetapi persatuan dan kepentingan bangsa harus selalu menjadi prioritas utama," tegasnya.


