Banner ADV

Berau Andalkan Budaya sebagai Benteng Persatuan di Tengah Masyarakat Multietnis

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Rapat persiapan Pagelaran Budaya Tahun 2026. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Rapat persiapan Pagelaran Budaya Tahun 2026. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Berau Andalkan Budaya sebagai Benteng Persatuan di Tengah Masyarakat Multietnis

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Rapat persiapan Pagelaran Budaya Tahun 2026. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Rapat persiapan Pagelaran Budaya Tahun 2026. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Berau Andalkan Budaya sebagai Benteng Persatuan di Tengah Masyarakat Multietnis

Rapat persiapan Pagelaran Budaya Tahun 2026. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Di tengah semakin beragamnya dinamika sosial masyarakat, Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat upaya menjaga harmoni antarsuku dan etnis. 

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjadikan budaya sebagai media pemersatu sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Melalui Pagelaran Budaya Pancasila 2026 yang akan digelar pada 28 Juni mendatang di Tepian Segah, pemerintah daerah tidak sekadar menampilkan kesenian tradisional, tetapi juga mendorong penguatan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas Kabupaten Berau.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau, Aidil Fitri, mengatakan Berau merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan etnis. Kondisi tersebut menjadi kekuatan yang harus terus dirawat agar tetap menjadi modal sosial dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, Pagelaran Budaya Pancasila menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan budaya yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Forum Pembauran Kebangsaan yang menjadi mitra pemerintah berisi tokoh-tokoh dari berbagai suku dan etnis. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat Berau yang majemuk,” ujarnya.

Aidil menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini, Bersatu dalam Keberagaman, Melestarikan Budaya, Mengokohkan Pancasila di Bumi Batiwakkal, menjadi refleksi pentingnya menjaga identitas budaya tanpa mengurangi semangat persatuan sebagai bangsa Indonesia.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, M. Hendratno, menilai tantangan menjaga persatuan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan perbedaan suku dan budaya, tetapi juga dipengaruhi perkembangan informasi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

Karena itu, menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan perlu terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk budaya yang dinilai efektif menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Budaya menjadi salah satu instrumen yang mampu menyatukan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan saling menghargai dapat ditanamkan dengan cara yang lebih mudah diterima,” katanya.

Hendratno menambahkan, keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan selama ini telah berkontribusi dalam menjaga kondusivitas daerah. Forum yang beranggotakan tokoh adat dan perwakilan berbagai suku tersebut dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi sekaligus perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat Berau.

Ia menegaskan, Pagelaran Budaya Pancasila bukan sekadar agenda hiburan atau pertunjukan seni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat nasionalisme dan merawat semangat Bhinneka Tunggal Ika agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Keberagaman adalah kekuatan Berau. Tugas kita bersama adalah memastikan keberagaman itu terus menjadi pemersatu, bukan sebaliknya,” tegasnya. (Adv)