Banner ADV

Puluhan Warga Berau Masih Cuci Darah di Luar Daerah, Pemkab Siapkan Solusi Perluasan Layanan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2128 kali dibaca
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Puluhan Warga Berau Masih Cuci Darah di Luar Daerah, Pemkab Siapkan Solusi Perluasan Layanan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2128 kali dibaca
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Puluhan Warga Berau Masih Cuci Darah di Luar Daerah, Pemkab Siapkan Solusi Perluasan Layanan

2128
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Puluhan warga Kabupaten Berau hingga kini masih harus menjalani terapi cuci darah di luar daerah karena keterbatasan kapasitas layanan hemodialisa di RSUD dr Abdul Rivai. 

Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau yang tengah menyiapkan langkah percepatan untuk menambah daya tampung pelayanan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan sedikitnya 58 warga Berau saat ini menjalani cuci darah di Tarakan, Balikpapan, dan Samarinda. Mereka terpaksa berobat ke luar daerah lantaran kuota pelayanan di RSUD dr Abdul Rivai belum mampu menampung seluruh kebutuhan pasien gagal ginjal.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi rumah sakit bukan karena kekurangan alat maupun tenaga medis. Justru, fasilitas penunjang untuk menambah layanan sebenarnya telah tersedia. Namun keterbatasan ruang yang memenuhi standar pelayanan menjadi hambatan utama.

“Mesin tersedia, tenaga kesehatan juga siap. Bahkan kerja sama operasional sudah ada. Yang menjadi kendala saat ini adalah ruang pelayanan yang masih terbatas,” ujarnya.

Saat ini layanan hemodialisa di RSUD dr Abdul Rivai hanya ditopang delapan tempat tidur dengan kapasitas pelayanan yang harus mengikuti standar operasional rumah sakit. Di sisi lain, jumlah pasien rutin terus bertambah setiap tahun.

Sebagian besar pengguna layanan merupakan pasien gagal ginjal yang wajib menjalani terapi dua kali dalam sepekan. Kondisi tersebut membuat rumah sakit lebih memprioritaskan pasien yang sudah terdaftar sehingga ruang untuk menerima pasien baru menjadi sangat terbatas.

Direktur RSUD dr Abdul Rivai melalui Humas, Dani Apriat Maja, menjelaskan rumah sakit sebenarnya telah menyiapkan pengembangan layanan. Saat ini terdapat delapan mesin hemodialisa aktif yang melayani puluhan pasien setiap pekan. Selain itu, lima mesin tambahan juga sudah tersedia dan siap dioperasikan.

Namun, pengoperasiannya masih terkendala persyaratan teknis yang ditetapkan BPJS Kesehatan terkait luas ruangan dan jarak antar mesin.

“Standar BPJS mengatur jarak antar alat dan kelayakan ruangan. Dengan kondisi ruangan saat ini, klaim pelayanan yang dapat ditanggung masih terbatas untuk delapan mesin,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Berau mendorong percepatan pemanfaatan Gedung Walet sebagai fasilitas penunjang pelayanan kesehatan. 

Jika sejumlah layanan dapat dipindahkan ke gedung tersebut, ruang yang tersedia di rumah sakit akan dimanfaatkan untuk memperluas layanan cuci darah.

Selain itu, manajemen RSUD juga menyiapkan alternatif dengan mengubah pemanfaatan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) lama menjadi ruang hemodialisa baru. 

Langkah ini dinilai lebih cepat dilakukan agar penambahan kapasitas pelayanan tidak harus menunggu seluruh fasilitas pendukung di Gedung Walet selesai.

Pemkab Berau berharap perluasan layanan tersebut dapat segera terealisasi sehingga warga yang selama ini menjalani terapi di luar daerah dapat kembali memperoleh layanan kesehatan di Berau.

“Kami ingin masyarakat yang selama ini harus cuci darah di luar daerah bisa kembali mendapatkan pelayanan di Berau dan lebih dekat dengan keluarganya,” tutup Gamalis. (Adv)