Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bontang menilai penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan layanan pengangkutan dari pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat juga dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari penumpukan sampah.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bontang dari Fraksi PDI Perjuangan, Joni Alla Padang, saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD.
Menurut Joni, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan sosialisasi Program Gerakan Sedekah Sampah Terintegrasi (GESIT) hingga ke tingkat rukun tetangga (RT) agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Ia menilai pendekatan langsung kepada warga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Program-program lingkungan harus lebih dekat dengan masyarakat. Sosialisasi hingga tingkat RT penting agar warga memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan mengurangi persoalan sampah,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Selain memperkuat program GESIT, Fraksi PDI Perjuangan juga meminta pemerintah daerah meningkatkan edukasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Sosialisasi mengenai jadwal pengangkutan serta pemilahan jenis sampah dinilai perlu dilakukan secara lebih masif agar pelayanan kebersihan berjalan optimal.
Menurut Joni, kesadaran masyarakat dan kualitas pelayanan pemerintah harus berjalan beriringan. Dengan demikian, persoalan penumpukan sampah yang masih terjadi di sejumlah kawasan permukiman dapat diminimalkan.
Melalui penguatan partisipasi masyarakat tersebut, Fraksi PDI Perjuangan berharap upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Bontang. (Adv)



