Banner ADV

Potensi Besar Sungai Berau, Udang Galah Jadi Komoditas Andalan Baru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Potensi Besar Sungai Berau, Udang Galah Jadi Komoditas Andalan Baru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Potensi Besar Sungai Berau, Udang Galah Jadi Komoditas Andalan Baru

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Potensi udang galah di perairan Sungai Berau mulai dilirik sebagai sumber ekonomi baru yang menjanjikan bagi masyarakat pesisir dan nelayan. 

Melihat tingginya nilai jual komoditas tersebut, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau tengah menyiapkan berbagai strategi agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan potensi sumber daya perikanan serta pengembangan metode penangkapan yang lebih efektif tanpa merusak lingkungan.

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, mengatakan selama ini keberadaan udang galah di Sungai Berau cukup melimpah. Namun, potensi tersebut belum mampu memberikan dampak ekonomi maksimal karena belum didukung data stok yang memadai dan pola penangkapan yang tepat.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengetahui secara pasti jumlah dan sebaran sumber daya perikanan sebelum menyusun kebijakan pengelolaan yang lebih terukur.

“Ke depan kami merencanakan kajian stok sumber daya perikanan. Tidak hanya untuk udang galah, tetapi juga berbagai jenis ikan yang menjadi komoditas unggulan Berau. Data ini penting agar pengelolaan dan pemanfaatannya bisa dilakukan secara tepat,” ujarnya.

Yunda menjelaskan, permintaan pasar terhadap udang galah terus menunjukkan tren positif. Bahkan, komoditas air tawar tersebut memiliki nilai jual yang relatif tinggi dibandingkan beberapa hasil tangkapan lainnya.

Namun di lapangan, sebagian besar nelayan masih mengandalkan metode pancing tradisional yang dinilai kurang efisien. Selain jumlah hasil tangkapan terbatas, ukuran udang yang diperoleh juga tidak seragam sehingga memengaruhi nilai jual.

Di sisi lain, praktik penangkapan menggunakan setrum masih menjadi tantangan tersendiri. Metode tersebut dinilai merusak ekosistem karena tidak hanya menangkap udang dewasa, tetapi juga mematikan anakan udang dan berbagai biota lain yang hidup di perairan.

“Penggunaan setrum sangat berisiko terhadap kelestarian sumber daya perikanan. Semua biota bisa terdampak, termasuk anakan udang yang seharusnya menjadi sumber regenerasi populasi di masa mendatang,” jelasnya.

Karena itu, Diskan Berau mulai mendorong penggunaan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dan memiliki produktivitas lebih baik. Pengembangan jaring atau alat tangkap khusus menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Dengan alat yang tepat, nelayan diharapkan mampu memperoleh hasil lebih banyak dalam sekali operasi penangkapan, sekaligus mendapatkan ukuran udang yang lebih seragam dan bernilai jual tinggi.

“Tujuannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan sumber daya udang galah tetap terjaga. Jadi aspek ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan,” katanya.

Diskan Berau optimistis, jika kajian stok dan inovasi alat tangkap dapat direalisasikan, udang galah berpotensi menjadi salah satu komoditas andalan sektor perikanan daerah. Selain memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, komoditas tersebut juga dinilai mampu membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

“Potensinya sangat besar. Kalau dikelola dengan baik, udang galah bisa menjadi komoditas unggulan yang memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan nelayan Berau,” pungkas Yunda. (Adv)