Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Harapan masyarakat untuk segera melintasi terowongan yang menghubungkan Jalan Kakap dan Jalan Sultan Alimuddin tampaknya masih harus sedikit bersabar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan proyek terowongan tersebut kini memasuki tahap pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), yang menjadi syarat wajib sebelum fasilitas publik itu dapat dioperasikan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan, seluruh proses administrasi saat ini sedang berjalan dan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, penerbitan SLF menjadi kewenangan kementerian sehingga pemerintah daerah tidak dapat mempercepat proses di luar prosedur yang berlaku.
"Kami sudah mengajukan SLF. Ada timeline yang harus kami ikuti dan prosesnya memang harus sesuai SOP. Kalau mengikuti jadwal dari kementerian, kemungkinan besar prosesnya selesai pada Agustus atau September," kata Marnabas.
Ia menjelaskan, terowongan tersebut merupakan infrastruktur dengan tingkat risiko tinggi karena digunakan sebagai fasilitas publik. Karena itu, pemerintah pusat akan melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menerbitkan sertifikat kelayakan operasional.
Secara fisik, kata dia, pembangunan terowongan telah rampung. Namun, operasional belum dapat dilakukan sebelum seluruh persyaratan administrasi dan teknis dipenuhi.
"Kami juga ingin cepat. Kalau serah terima pekerjaan sebenarnya sudah bisa. Tetapi SLFi itu harus diterbitkan oleh kementerian," tegasnya.
Saat ini, dokumen pendukung tengah disiapkan untuk disampaikan secara resmi. Marnabas menyebut berkas pengajuan akan mulai dilayangkan pada 24 Juni mendatang.
Setelah dokumen diterima, kementerian akan memulai tahapan evaluasi sesuai batas waktu pelayanan yang telah ditentukan.
Jika seluruh proses berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti, pemkot berharap sertifikat dapat terbit pada Agustus sehingga peresmian dan operasional terowongan dapat dilakukan pada bulan selanjutnya.
Namun apabila proses evaluasi memerlukan waktu hingga batas maksimal yang ditentukan, maka operasional terowongan tersebut kemungkinan baru terlaksana pada Oktober 2026.
"Mudah-mudahan Agustus sudah selesai dan September bisa diresmikan. Jadi masyarakat kami harap sedikit bersabar," pungkas Marnabas.


