Belum Dibuka Penuh, Pemkot Samarinda Minta Masyarakat Bersabar Menunggu Penyempurnaan Teras Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kawasan Teras Samarinda tahap dua yang telah rampung dikerjakan. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kawasan Teras Samarinda tahap dua yang telah rampung dikerjakan. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belum Dibuka Penuh, Pemkot Samarinda Minta Masyarakat Bersabar Menunggu Penyempurnaan Teras Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kawasan Teras Samarinda tahap dua yang telah rampung dikerjakan. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kawasan Teras Samarinda tahap dua yang telah rampung dikerjakan. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belum Dibuka Penuh, Pemkot Samarinda Minta Masyarakat Bersabar Menunggu Penyempurnaan Teras Samarinda

Kawasan Teras Samarinda tahap dua yang telah rampung dikerjakan. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meminta masyarakat bersabar menunggu penyelesaian sejumlah pekerjaan lanjutan di kawasan Teras Samarinda. 

Meski sebagian area telah dimanfaatkan warga, beberapa fasilitas dan akses di kawasan tepian Sungai Mahakam itu belum dapat dibuka sepenuhnya karena masih dalam proses pengerjaan.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan sejumlah bagian Teras Samarinda, termasuk area yang masih ditutup menggunakan dinding pembatas, belum bisa difungsikan lantaran pekerjaan lanjutan masih berlangsung.

"Saat ini masih ada proses lelang untuk pekerjaan lanjutan yang sudah dianggarkan pemerintah," kata Marnabas.

Pemkot Samarinda diketahui kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp10,7 miliar untuk melanjutkan pembangunan Teras Samarinda Tahap II. Pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2026 sebelum memasuki masa pemeliharaan.

Menurut Marnabas, pembukaan seluruh area sebelum proyek selesai justru berisiko menimbulkan persoalan hukum dan teknis. Sebab, selama masa pemeliharaan, kontraktor memiliki tanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan yang telah diselesaikan.

"Kalau dalam masa pemeliharaan kita melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerusakan, nanti kontraktor tidak bertanggung jawab. Karena itu semua harus sesuai tahapan," katanya.

Selain faktor administrasi proyek, aspek keselamatan pengunjung juga menjadi pertimbangan utama pemerintah. Beberapa fasilitas pendukung, termasuk akses penghubung dan sistem pengamanan di sejumlah titik, disebut masih memerlukan penyempurnaan.

Marnabas mengakui pemerintah sebenarnya ingin masyarakat segera menikmati seluruh kawasan Teras Samarinda. Bahkan, ada keinginan agar area tersebut dapat dibuka lebih luas pada momentum pergantian tahun lalu.

Namun, rencana tersebut urung dilakukan setelah mempertimbangkan rekomendasi teknis dan status pekerjaan yang masih berjalan.

"Sebenarnya kami juga ingin cepat. Bahkan waktu malam tahun baru kami berharap bisa dibuka. Tapi menurut tim teknis belum memungkinkan karena proses pengerjaan masih ada," ungkapnya.

Ia ingin penyelesaian pekerjaan lanjutan tersebut dapat semakin menyempurnakan Teras Samarinda sebagai ruang publik sekaligus ikon wisata tepian Sungai Mahakam yang menjadi kebanggaan Kota Tepian.

Marnabas menegaskan bahwa setiap fasilitas publik harus dibangun dan dioperasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, pemerintah memilih mengikuti seluruh tahapan pekerjaan dibanding terburu-buru membuka fasilitas yang belum sepenuhnya siap.

"Semua ini dilakukan agar nantinya masyarakat bisa menikmati fasilitas dengan aman dan nyaman," pungkasnya.