Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Sebanyak 76 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan mengikuti program pelatihan Vokasi Nasional Berbasis Kompetensi 2026 yang bakal berlangsung selama tiga bulan. Para peserta akan mendapatkan pembelajaran dan praktik kerja pada lima bidang keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Nunukan, Suhadi menyampaikan, bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing di tengah semakin ketatnya persaingan pasar kerja.
Suhadi mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi.
“Pelatihan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Dengan demikian, lulusan pelatihan diharapkan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap di pasar kerja.
Suhadi juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Kesempatan tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membangun kesiapan memasuki dunia kerja.
Suhadi menegaskan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap dan kedisiplinan selama mengikuti pelatihan.
Ia menilai tingkat kehadiran, keaktifan dalam proses pembelajaran, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting bagi peserta ketika nantinya memasuki dunia kerja.
“Di dunia kerja, yang paling dibutuhkan adalah keterampilan yang dimiliki. Karena itu, manfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin,” katanya.
Pelatihan vokasi tahun ini mencakup lima jurusan keterampilan, yakni garmen sebanyak 12 peserta, listrik 16 peserta, las 16 peserta, refrigeration 16 peserta, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebanyak 16 peserta.
Melalui program tersebut, Pemkab Nunukan berharap dapat mencetak tenaga kerja yang terampil, produktif, dan memiliki sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil bagi dunia usaha dan industri yang terus berkembang di wilayah perbatasan.
Dengan bekal keterampilan yang diperoleh selama tiga bulan pelatihan, para peserta diharapkan tidak hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha mandiri sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian keluarga maupun daerah.


