Partisipasi PAUD di Bontang Baru 64 Persen, Ribuan Anak Belum Tersentuh Pendidikan Usia Dini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Partisipasi PAUD di Bontang Baru 64 Persen, Ribuan Anak Belum Tersentuh Pendidikan Usia Dini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Partisipasi PAUD di Bontang Baru 64 Persen, Ribuan Anak Belum Tersentuh Pendidikan Usia Dini

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan akses pendidikan anak usia dini.

Sebab hingga pertengahan 2026, angka partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Bontang tercatat baru mencapai sekitar 64 persen.

Fakta tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Selasa (23/6/2026).

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan masih terdapat sekitar 3.000 anak usia PAUD yang belum terdaftar di lembaga pendidikan usia dini.

Dari sekitar 7.000 anak usia PAUD di Bontang, baru lebih dari 4.000 anak yang mengikuti layanan pendidikan tersebut.

“Angka partisipasi kita baru sekitar 64 persen. Dari sekitar 7.000 anak usia PAUD, yang berada di lembaga PAUD baru sekitar 4.000 lebih. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Menurut Abdu Safa, selain meningkatkan angka partisipasi PAUD, pemerintah juga terus berupaya memperbaiki capaian rapor pendidikan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari satuan pendidikan, keluarga hingga masyarakat.

Rakor yang berlangsung tersebut menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan guna memperluas akses pendidikan bagi anak usia dini.

Sementara Bunda PAUD Kota Bontang melalui sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan sejak usia dini.

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui program pembagian perlengkapan sekolah gratis berupa seragam, tas dan sepatu. Pada 2026, bantuan itu telah menjangkau puluhan ribu peserta didik, termasuk 8.100 anak pada jenjang PAUD.

“Pada tahun ini, bantuan yang mencakup seragam, tas, dan sepatu telah menyasar puluhan ribu peserta didik, di mana 8.100 di antaranya dialokasikan khusus bagi anak-anak kita di jenjang PAUD,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Sony.

Selain memperkuat layanan PAUD, Pemkot Bontang juga tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Gratis berkonsep asrama di Kelurahan Bontang Lestari. Sekolah yang mendapat dukungan pendanaan pemerintah pusat tersebut ditujukan bagi anak putus sekolah dan keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Melalui rakor ini, pemerintah berharap sinergi seluruh pihak semakin kuat sehingga lebih banyak anak di Kota Bontang memperoleh akses pendidikan berkualitas sejak usia dini sebagai fondasi penting bagi perkembangan mereka di masa depan.