Banner ADV

Dorong Kuasai Pasar Online, Diskoperindag Bekali Pelaku IKM Strategi Branding Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pelatihan pemasaran digital. (Foto: Diskoperindag Berau)
Pelatihan pemasaran digital. (Foto: Diskoperindag Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dorong Kuasai Pasar Online, Diskoperindag Bekali Pelaku IKM Strategi Branding Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pelatihan pemasaran digital. (Foto: Diskoperindag Berau)
Pelatihan pemasaran digital. (Foto: Diskoperindag Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dorong Kuasai Pasar Online, Diskoperindag Bekali Pelaku IKM Strategi Branding Digital

Pelatihan pemasaran digital. (Foto: Diskoperindag Berau)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk beradaptasi. 

Menyadari kondisi tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan pemasaran digital yang digelar selama dua hari, 23–24 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang RPJMD Bapelitbang Berau itu diikuti 30 pelaku IKM terpilih dari sejumlah kecamatan. Para peserta merupakan usaha yang telah melalui proses kurasi dan tercatat dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menilai transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh pelaku usaha jika ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah produk saat ini tidak hanya ditentukan oleh mutu dan kualitas, tetapi juga kemampuan pemilik usaha dalam membangun citra merek serta menjangkau konsumen melalui berbagai kanal digital.

“Produk yang bagus harus mampu dikenal oleh masyarakat. Di era sekarang, pelaku usaha perlu memahami cara memasarkan produknya secara efektif agar tidak kalah bersaing dengan produk lain yang lebih aktif di ruang digital,” ujarnya.

Eva menjelaskan, peserta pelatihan dipilih berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kualitas produk, legalitas usaha, hingga kemasan yang dinilai memiliki peluang untuk berkembang ke pasar yang lebih luas.

Ia menyebut, tantangan yang dihadapi pelaku IKM saat ini bukan lagi sekadar memproduksi barang berkualitas, tetapi bagaimana membuat produk tersebut mudah ditemukan oleh calon pembeli yang sebagian besar mencari informasi melalui internet.

“Perilaku konsumen sudah berubah. Sebelum membeli, mereka biasanya melihat tampilan produk, ulasan pelanggan, hingga aktivitas media sosial sebuah usaha. Karena itu kemampuan membangun branding digital menjadi sangat penting,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital, pengenalan perilaku konsumen di era online, teknik pembuatan konten promosi yang menarik, hingga cara membangun identitas merek yang kuat.

Materi pelatihan disampaikan oleh trainer sekaligus narasumber bersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Rizal Firdaus, yang memberikan berbagai praktik dan strategi pemasaran berbasis digital yang dapat langsung diterapkan oleh peserta.

Eva berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan pelaku IKM dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas jaringan pemasaran, sekaligus membuka peluang produk-produk lokal Berau menembus pasar yang lebih besar.

“Harapan kami, pelaku IKM Berau semakin mandiri dalam memasarkan produknya,”
Pungkasnya

Eva berharap pelaku IKM Berau dapat memanfaatkan media digital secara optimal karena langkah tersebut dinilai mampu membuka peluang yang lebih luas bagi produk lokal untuk menembus pasar nasional hingga internasional. (Adv)