DPRD Bontang Ingatkan Risiko Kota Gersang di Balik Proyek Drainase Pattimura

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Bontang Ingatkan Risiko Kota Gersang di Balik Proyek Drainase Pattimura

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Bontang Ingatkan Risiko Kota Gersang di Balik Proyek Drainase Pattimura

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG - Pembangunan drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, dinilai penting untuk meningkatkan sistem pengelolaan air. Namun, di balik manfaat proyek tersebut, DPRD Bontang mengingatkan adanya konsekuensi yang tidak boleh diabaikan, yakni berkurangnya ruang hijau akibat penebangan pohon.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan perbaikan drainase yang tengah dilakukan pemerintah bertujuan mengoptimalkan aliran air dengan menghubungkan saluran di Jalan Pattimura dan Jalan Ahmad Yani hingga ke sungai yang bermuara ke laut.

Selain itu, kawasan tersebut juga akan ditata melalui pembangunan trotoar guna mendukung estetika dan kenyamanan lingkungan perkotaan.

Meski mendukung proyek tersebut, Sahib menilai pemerintah harus memiliki perencanaan yang matang terkait dampak lingkungan yang muncul. Menurutnya, hilangnya sejumlah pohon akibat pekerjaan drainase berpotensi mengurangi fungsi penghijauan di kawasan tersebut apabila tidak segera diganti.

"Ada faktor lain yang menyebabkan pohon harus ditebang. Tetapi setelah pembangunan selesai, pemerintah juga harus memikirkan penggantinya," kata Sahib, Rabu (24/6/2026).

Ia menegaskan pembangunan fisik tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur semata. Keberadaan pohon memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, mengurangi suhu panas, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, Sahib meminta Pemerintah Kota Bontang menyiapkan program penanaman kembali sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas ruang terbuka hijau di kota.

"Jangan sampai pembangunan yang bertujuan memperbaiki kawasan justru membuat lingkungan menjadi lebih gersang. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," tegasnya.

Menurut Sahib, pembangunan drainase dan pelestarian lingkungan seharusnya dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, manfaat proyek dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan di masa depan.