ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan. (Foto: Humas SKK Migas)
ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan. (Foto: Humas SKK Migas)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan. (Foto: Humas SKK Migas)
ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan. (Foto: Humas SKK Migas)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba, Siap Perkuat Pasokan Energi Kilang Balikpapan. (Foto: Humas SKK Migas)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) berhasil mencapai Gas Pertama (First Gas) dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, daratan (onshore) Kaltim. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam mendukung peningkatan pasokan gas domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Pada tahap awal, Lapangan Karamba akan memproduksi gas sebesar 4 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Produksi tersebut ditargetkan meningkat hingga mencapai tingkat produksi stabil (plateau) sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV 2026.

Gas dari Lapangan Karamba akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi Kilang Pertamina Unit V Balikpapan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kaltim (PHKT).

Keberhasilan tersebut diraih melalui pengembangan proyek yang berlangsung cepat. ISOG menuntaskan Proyek Karamba hanya dalam waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024.

Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, mengatakan Lapangan Karamba merupakan proyek gas pertama ISOG di Kaltim yang dikembangkan menggunakan skema fast-track development.

"Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimistis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Tang.

Lapangan Karamba diketahui memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P).

Pengembangan lapangan ini meliputi re-entry Sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pembangunan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sebelum memasuki fase produksi, Sumur KUD-1 mencatat hasil uji produksi yang menggembirakan dengan laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd. Hasil tersebut menunjukkan potensi reservoir yang kuat dan menjadi dasar optimisme terhadap keberlanjutan produksi Lapangan Karamba dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan pasokan gas nasional, proyek ini juga memberikan nilai tambah melalui optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri baik barang maupun tenaga kerja, serta membuka peluang pengembangan lapangan migas baru di wilayah daratan Cekungan Kutai.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengapresiasi keberhasilan ISOG yang mampu mencapai Gas Pertama sesuai target.

"SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai Gas Pertama dengan cepat dan selamat. Kami berharap produksi dari Lapangan Karamba mampu memenuhi target serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional," katanya.

Menurut Djoko, keberhasilan proyek tersebut membuktikan bahwa sinergi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur eksisting mampu mempercepat monetisasi sumber daya migas sekaligus meningkatkan efisiensi investasi.

Proyek Karamba memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan mulai beroperasi (onstream) pada 24 Juni 2026. Pengembangan lapangan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan sumber daya gas di Kaltim serta mendukung upaya pemerintah menjaga keseimbangan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.