Pengamat Ekonomi Sebut Sepinya Pengunjung Pasar Pagi tak Hanya Dipicu Daya Beli Tapi juga Aspek Perencanaan dan Kenyamanan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Gedung Pasar Pagi Samarinda dari sisi Jalan Jenderal Sudirman. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Gedung Pasar Pagi Samarinda dari sisi Jalan Jenderal Sudirman. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengamat Ekonomi Sebut Sepinya Pengunjung Pasar Pagi tak Hanya Dipicu Daya Beli Tapi juga Aspek Perencanaan dan Kenyamanan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Gedung Pasar Pagi Samarinda dari sisi Jalan Jenderal Sudirman. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Gedung Pasar Pagi Samarinda dari sisi Jalan Jenderal Sudirman. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengamat Ekonomi Sebut Sepinya Pengunjung Pasar Pagi tak Hanya Dipicu Daya Beli Tapi juga Aspek Perencanaan dan Kenyamanan 

Gedung Pasar Pagi Samarinda dari sisi Jalan Jenderal Sudirman. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Kondisi Gedung Pasar Pagi Samarinda yang masih sepi pengunjung meski telah direvitalisasi mendapat sorotan dari kalangan akademisi. 

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menilai persoalan tersebut tidak hanya dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan aspek perencanaan dan kenyamanan bangunan.

Menurut Purwadi, tujuan utama revitalisasi pasar semestinya mampu mendorong aktivitas ekonomi dan menarik lebih banyak pengunjung. Namun kondisi yang terjadi saat ini justru menunjukkan masih banyak tantangan yang perlu dibenahi.

“Menurut saya, dua-duanya, sih. Daya
beli sedang menurun dan situasi tempat belanjanya tidak nyaman. Jadi orang nggak datang ke situ, ditambah memang daya beli sedang ngedrop,” kata Purwadi.

Ia menilai revitalisasi Pasar Pagi tidak cukup hanya mengedepankan tampilan fisik bangunan. Faktor kenyamanan pengunjung dan kemudahan akses juga harus menjadi perhatian utama.

Salah satu yang disorot adalah keterbatasan kapasitas parkir dibandingkan jumlah pedagang yang menempati gedung tersebut.

“Kalau pedagangnya ribuan tetapi kapasitas parkirnya terbatas, tentu menjadi persoalan,” ucapnya

Selain itu, sejumlah persoalan teknis yang muncul setelah bangunan digunakan, mulai dari keluhan tempias air hujan hingga kerusakan pada beberapa fasilitas pendukung harus menjadi bahan evaluasi pemerintah. 

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan kepada publik mengapa sejumlah persoalan itu masih muncul setelah bangunan selesai dibangun.

"Harus dijelaskan ke publik kenapa bisa begitu. Pak Wali Kota harus evaluasi, kemudian kontraktornya. Masih dalam hitungan bulan lo," ungkapnya. 

Diketahui, revitalisasi Pasar Pagi merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang ditujukan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di pusat kota. 

Namun hingga kini, aktivitas jual beli di gedung baru tersebut masih belum sepenuhnya pulih. Selain keluhan terkait jumlah pembeli yang belum stabil, masih terdapat banyak kios dan lapak yang belum ditempati maupun belum aktif beroperasi.