Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Perhelatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Berau tidak hanya menjadi ajang pertemuan keluarga besar pembangunan kependudukan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut akan dimanfaatkan sebagai panggung promosi bagi berbagai produk unggulan kampung yang selama ini berkembang melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah di Kalimantan Timur yang diperkirakan hadir pada 29 Juni 2026 mendatang dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi ekonomi desa kepada pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai produk unggulan kampung untuk ditampilkan selama pelaksanaan Harganas.
Produk-produk tersebut merupakan hasil usaha masyarakat yang dikelola melalui BUMK dan selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi di tingkat kampung.
“Ini kesempatan yang sangat baik untuk mengenalkan potensi kampung Berau kepada tamu dari seluruh Kalimantan Timur. Produk-produk unggulan BUMK akan kami tampilkan agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, promosi melalui event berskala provinsi menjadi langkah penting untuk membuka peluang pasar baru bagi produk lokal. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota diharapkan tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga dapat melihat langsung kualitas produk yang dihasilkan masyarakat kampung di Berau.
Tenteram menjelaskan, dalam pameran nanti tidak seluruh pelaku usaha kampung akan dilibatkan secara langsung. Namun, hasil produksi mereka tetap akan dipamerkan sehingga tujuan promosi dapat berjalan optimal.
“Kami lebih fokus menampilkan produk-produk unggulan. Jadi meskipun pelaku usahanya tidak semuanya hadir, hasil karya mereka tetap bisa diperkenalkan kepada para tamu dan pengunjung,” jelasnya.
Ia menilai strategi tersebut lebih efektif dari sisi pelaksanaan, sekaligus memastikan seluruh potensi kampung dapat terwakili dalam pameran. Berbagai produk yang akan dipromosikan mulai dari olahan pangan, kerajinan tangan hingga produk berbasis sumber daya lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Melalui momentum Harganas, Pemkab Berau berharap produk-produk kampung tidak hanya dikenal selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu menarik minat pasar yang lebih luas dan membuka peluang kerja sama baru.
“Harapannya setelah kegiatan ini, produk-produk kampung semakin dikenal, pasar semakin terbuka dan masyarakat termotivasi untuk terus berinovasi mengembangkan usaha yang mereka miliki,” pungkasnya.
Dengan menjadikan Harganas sebagai etalase ekonomi kampung, Berau ingin menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana potensi lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Adv)



