GOR Segiri Jadi “Kampung Bola” Selama Piala Dunia 2026, Pemkot Samarinda Siapkan Nobar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
GOR Segiri Samarinda bakal jadi pusat nobar Piala Dunia 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
GOR Segiri Samarinda bakal jadi pusat nobar Piala Dunia 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

GOR Segiri Jadi “Kampung Bola” Selama Piala Dunia 2026, Pemkot Samarinda Siapkan Nobar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
GOR Segiri Samarinda bakal jadi pusat nobar Piala Dunia 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
GOR Segiri Samarinda bakal jadi pusat nobar Piala Dunia 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

GOR Segiri Jadi “Kampung Bola” Selama Piala Dunia 2026, Pemkot Samarinda Siapkan Nobar

GOR Segiri Samarinda bakal jadi pusat nobar Piala Dunia 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, bakal berubah jadi pusat keramaian baru di Kota Samarinda saat gelaran Piala Dunia FIFA 2026 berlangsung. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan konsep nonton bareng (nobar) yang bukan hanya sekadar ajang menonton pertandingan sepak bola, tetapi juga dirancang menjadi ruang hiburan publik bernuansa festival rakyat.

Alih-alih digelar secara tersebar, seluruh kegiatan nobar akan dipusatkan di satu lokasi. Konsep ini dibuat agar suasana lebih hidup, interaksi warga lebih kuat, sekaligus memudahkan pengelolaan arus penonton yang diperkirakan membludak.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, menyebut ide ini lahir dari arahan Kementerian Dalam Negeri yang telah mendapat persetujuan Wali Kota Samarinda.

“Sudah disepakati oleh bapak wali kota untuk melaksanakan nobar dengan melibatkan UMKM,” kata Muslimin.

Namun, Pemkot tampaknya tidak ingin GOR Segiri sekadar menjadi layar raksasa pertandingan. Kawasan tersebut akan disulap menjadi ruang berkumpul warga dengan atmosfer pertandingan yang lebih “hidup”, lengkap dengan hiburan tambahan dan aktivitas pendukung.

Disporapar juga menyiapkan layar videotron berukuran sekitar 3 x 5 meter sebagai pusat tontonan utama. Layar ini akan menjadi magnet utama bagi penonton yang ingin merasakan atmosfer Piala Dunia secara bersama-sama.

“Ukurannya tiga kali lima meter, jadi cukup besar kita pasang,” bebernya.

Menariknya, tidak semua pertandingan akan diputar. Pemerintah akan memilih laga-laga tertentu dengan jadwal yang dinilai paling cocok untuk ditonton bersama, baik pada pagi hari maupun malam hari hingga dini hari.

Di sisi lain, konsep ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil. Area sekitar GOR Segiri akan menjadi titik aktivitas UMKM, terutama sektor makanan dan minuman yang diperkirakan paling diuntungkan dari keramaian penonton.

Selain itu, Disporapar juga menyiapkan doorprize dan hiburan ringan untuk menjaga antusiasme warga selama kegiatan berlangsung.

Pemkot memilih sistem terpusat ini bukan tanpa alasan. Selain lebih mudah dalam pengaturan keamanan dan lalu lintas, konsep tersebut juga dinilai lebih efektif dalam menggerakkan ekonomi lokal dalam satu kawasan.

Jika cuaca tidak mendukung, GOR Segiri bagian indoor telah disiapkan sebagai lokasi alternatif dengan tetap memperhatikan ketertiban pengunjung.

Dengan konsep yang lebih dari sekadar nobar, Piala Dunia 2026 di Samarinda diproyeksikan menjadi ruang pertemuan warga, hiburan massal, sekaligus peluang usaha dadakan yang hidup dari euforia sepak bola dunia.

“Pagi mulai jam 07.00 sampai 10.00, kalau malam bisa sampai jam 01.00,” pungkasnya.