Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau menyambut positif rencana penyelenggaraan Borneo International Clown Convention (BICC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung 3–5 Agustus 2026 di Tawau, Sabah, Malaysia.
Dukungan tersebut disampaikan saat Acting KRI Tawau, Dino Nurwahyudin didampingi Pelaksana Fungsi Ekonomi, Adnan Sulistiyo, menerima kunjungan hormat panitia BICC 2026 yang dipimpin Pengarah Wilayah Asia Tenggara World Clown Association, Donny Ngu Ngok Yong.
Dalam pertemuan tersebut, panitia memaparkan kesiapan pelaksanaan BICC 2026 yang akan menjadi ajang konvensi badut internasional pertama yang digelar di Sabah. Sebelumnya, penyelenggaraan kegiatan serupa pada 2024 berlangsung di Bali.
BICC 2026 dirancang sebagai wadah pertemuan para badut profesional, penghibur, pendidik, serta pelaku seni kreatif dari berbagai negara.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan hiburan, tetapi juga mengedepankan aspek edukasi, pertukaran budaya, penguatan sektor pariwisata kreatif, hingga peningkatan kepedulian terhadap isu sosial melalui pendekatan seni dan aktivitas interaktif.
Panitia menyampaikan bahwa konvensi tersebut akan diikuti peserta dan praktisi profesional dari sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, Singapura, Indonesia dan Malaysia.
Kehadiran peserta lintas negara diharapkan mampu memperluas jejaring profesional, membuka peluang kolaborasi, serta memperkaya wawasan dalam bidang seni pertunjukan dan ekonomi kreatif.
Dino menilai penyelenggaraan BICC 2026 memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kegiatan hiburan.
“Kami menyambut baik rencana penyelenggaraan BICC 2026 karena kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa nilai edukasi, sosial, dan budaya. Inisiatif seperti ini sejalan dengan upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contact serta meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap keberagaman budaya di kawasan,” ujar Dino.
Menurut Dino, keterlibatan peserta dan pengunjung internasional berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan industri kreatif di Sabah.
“Melalui kehadiran peserta dari berbagai negara, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata, memperluas peluang kerja sama antarpelaku industri kreatif, serta memperkuat posisi Sabah sebagai destinasi penyelenggaraan agenda seni dan budaya bertaraf internasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, KRI Tawau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang mampu mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di bidang seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bagi KRI Tawau, BICC 2026 menjadi contoh konkret bagaimana seni dan kreativitas dapat berfungsi sebagai instrumen diplomasi budaya yang efektif dalam membangun persahabatan, memperkuat hubungan antarwarga, serta mendorong kolaborasi lintas negara di kawasan.


