Ardiansyah Minta Perusahaan Lakukan Pemetaan Sosial Sebelum Beroperasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok Prokopim Kutim)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok Prokopim Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ardiansyah Minta Perusahaan Lakukan Pemetaan Sosial Sebelum Beroperasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok Prokopim Kutim)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok Prokopim Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ardiansyah Minta Perusahaan Lakukan Pemetaan Sosial Sebelum Beroperasi

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok Prokopim Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan dan perlindungan kawasan adat di tengah meningkatnya arus investasi di Kabupaten Kutim.

Menurut Ardiansyah, hutan, lingkungan serta wilayah adat tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan bagi masuknya investasi. Sebaliknya, aset tersebut merupakan modal pembangunan jangka panjang yang memiliki nilai penting bagi keberlanjutan daerah.

"Jangan melihat hutan, lingkungan, dan kawasan adat sebagai hambatan investasi. Justru kalau dijaga dengan baik, itu menjadi aset daerah yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menilai pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama. Pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha dinilai perlu membangun kolaborasi dalam menjaga kawasan hutan sekaligus mengurangi emisi karbon.

"Kalau pemerintah, masyarakat, dan perusahaan bisa bekerja sama menjaga hutan serta menurunkan emisi karbon, ada manfaat yang bisa diperoleh daerah," katanya.

Selain aspek lingkungan, Ardiansyah menekankan pentingnya kontribusi investasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi dari investasi dapat dirasakan langsung oleh warga Kutim.

Ia juga mendorong perusahaan untuk berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebab, jika kebutuhan tenaga kerja industri belum dapat dipenuhi oleh masyarakat setempat, maka perusahaan perlu memberikan pelatihan maupun pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan sektor usaha.

Dengan langkah tersebut, peluang masyarakat lokal untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri akan semakin terbuka. Di sisi lain, Ardiansyah meminta perusahaan memperhatikan keberadaan kawasan adat dan warisan budaya yang ada di sekitar wilayah operasional. 

Ia menilai pemetaan sosial perlu dilakukan sebelum investasi dijalankan guna mengidentifikasi wilayah adat, situs budaya, serta ruang hidup masyarakat yang berpotensi terdampak. "Ini harus diidentifikasi dengan baik sehingga investasi yang masuk tidak mengorbankan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun," tegasnya.

Menurut Ardiansyah, investasi yang berkualitas bukan hanya diukur dari nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, perlindungan budaya lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Yang terpenting adalah bagaimana investasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap budaya lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.