Banner ADV

Diskominfo Berau Ingatkan Bahaya Penggunaan Gadget Tanpa Pengawasan Orang Tua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskominfo Berau Ingatkan Bahaya Penggunaan Gadget Tanpa Pengawasan Orang Tua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskominfo Berau Ingatkan Bahaya Penggunaan Gadget Tanpa Pengawasan Orang Tua

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi telah membuat gadget menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Namun di balik kemudahan akses informasi, muncul tantangan besar bagi orang tua untuk memastikan anak tetap aman saat menjelajahi dunia digital.

Pemerintah daerah menilai pengawasan keluarga masih menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di internet, mulai dari konten negatif, perundungan siber, hingga potensi kekerasan seksual yang berawal dari ruang digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengatakan, regulasi dan sosialisasi yang dilakukan pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan orang tua di rumah.

Menurutnya, anak-anak di bawah usia tertentu masih sangat bergantung pada pendampingan keluarga dalam menggunakan perangkat digital. Karena itu, orang tua perlu mengetahui aktivitas anak saat mengakses internet serta memberikan batasan yang jelas.

Ia mengakui bahwa tantangan pengawasan semakin besar seiring meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja. 

“Kondisi ini sering membuat anak menggunakan hp tanpa pendampingan dalam waktu yang cukup lama,” ucapnya. 

Meski demikian, Didi menegaskan keterbatasan waktu tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pengawasan. Orang tua tetap dapat memanfaatkan berbagai cara, mulai dari komunikasi rutin, penggunaan fitur pengawasan digital, hingga membangun kedekatan dengan anak agar mereka terbuka mengenai aktivitasnya di dunia maya.

Pemerintah daerah sendiri berencana memperluas edukasi literasi digital melalui kolaborasi dengan sekolah dan berbagai organisasi masyarakat. Namun demikian, keberhasilan perlindungan anak tetap sangat ditentukan oleh peran keluarga.

“Yang paling penting sebenarnya adalah pengawasan orang tua. Karena sebaik apa pun aturan yang dibuat, anak-anak tetap membutuhkan pendampingan dari keluarga,” ujarnya.

Di era ketika satu sentuhan layar dapat membuka akses ke berbagai informasi tanpa batas, peran orang tua bukan lagi sekadar mengawasi, melainkan menjadi pendamping utama anak dalam menghadapi dunia digital yang terus berkembang. (Adv)