Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA — Kawasan Tani Aman di Kelurahan Loa Janan Ilir mulai dilirik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai salah satu lokasi pengembangan jagung yang dinilai paling menjanjikan. Keberhasilan budidaya di wilayah tersebut bahkan disiapkan menjadi model untuk pengembangan sentra jagung di kawasan lain.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) Samarinda, Muhammad Darham, mengatakan kondisi lahan dan karakteristik tanah di Tani Aman sangat mendukung pertumbuhan tanaman jagung.
“Loa Janan Ilir daerah Tani Aman, itu yang betul-betul bagus. Lokasinya bagus dan tanahnya juga cocok,” kata Darham.
Menurut Darham, hasil positif yang ditunjukkan kawasan tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperluas program penanaman jagung di sejumlah wilayah potensial lainnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Untuk mendukung program tersebut, Ketapangtani menggandeng kepolisian dalam pelaksanaan penanaman jagung. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan lahan-lahan produktif yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Darham menjelaskan, pengembangan jagung tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian. Komoditas tersebut memiliki peran penting dalam rantai pasok peternakan karena menjadi salah satu bahan baku utama pakan ternak.
Karena itu, peningkatan produksi jagung lokal diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus menekan biaya produksi peternak.
“Prioritas kita beras dan jagung. Beras untuk masyarakat, sementara jagung sangat penting sebagai bahan pakan ternak,” katanya.
Selain mengembangkan jagung, Pemkot Samarinda juga tetap fokus meningkatkan produksi beras melalui program brigade pangan yang dijalankan di sejumlah kawasan pertanian. Program tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan.
Menurut Darham, tantangan sektor pangan ke depan akan semakin kompleks sehingga diperlukan langkah antisipatif melalui optimalisasi potensi pertanian lokal.
Ia menegaskan, penguatan produksi pangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan Kota Samarinda di masa mendatang.
“Penguatan produksi pangan lokal menjadi langkah penting agar Samarinda lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang,” pungkasnya.


