Diskominfo Sukses Maksimalkan Sistem, SPMB Samarinda Tetap Lancar Layani Ribuan Pendaftar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin saat ditemui di ruangannya, Jumat (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin saat ditemui di ruangannya, Jumat (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Diskominfo Sukses Maksimalkan Sistem, SPMB Samarinda Tetap Lancar Layani Ribuan Pendaftar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin saat ditemui di ruangannya, Jumat (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin saat ditemui di ruangannya, Jumat (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Diskominfo Sukses Maksimalkan Sistem, SPMB Samarinda Tetap Lancar Layani Ribuan Pendaftar

Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin saat ditemui di ruangannya, Jumat (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memilih memaksimalkan infrastruktur teknologi yang sudah dimiliki untuk menjalankan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. 

Strategi tersebut dinilai berhasil menjaga layanan tetap stabil tanpa harus menambah biaya untuk pembelian layanan cloud baru.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin, mengatakan sejak awal pemerintah sepakat membangun ulang sistem SPMB dari nol bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Namun, proses tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia di lingkungan Pemkot.

“Kondisi fiskal kita tidak memungkinkan untuk menambah layanan cloud baru. Jadi kami menggunakan infrastruktur yang sudah ada dan mengoptimalkannya,” jelas Suparmin, Jumat (26/6/2026).

Menurut Suparmin, sejumlah layanan digital milik pemerintah sempat disesuaikan kapasitasnya agar sumber daya komputasi dapat difokuskan untuk mendukung pelaksanaan SPMB. Mulai dari bandwidth, penyimpanan data, hingga kapasitas pemrosesan digabungkan dalam satu sistem yang lebih besar dan efisien.

Langkah tersebut juga dibarengi dengan penggunaan teknologi dan bahasa pemrograman yang lebih ringan sehingga beban server dapat ditekan. Hasilnya, penggunaan sumber daya sistem selama proses pendaftaran tercatat jauh di bawah kapasitas maksimal.

“Kalau dilihat dari penggunaan CPU, maksimal hanya sekitar 20 persen. Artinya sistem masih sangat aman dan bisa dikelola secara efisien,” katanya.

Untuk menghindari lonjakan akses secara bersamaan, pendaftaran juga dibagi dalam beberapa klaster. Mulai dari jenjang SD hingga SMP, masing-masing dibuka secara bertahap berdasarkan jalur pendaftaran yang tersedia.

Selain menyiapkan sistem, Diskominfo juga melakukan pendampingan kepada operator sekolah, operator Disdikbud, hingga masyarakat pengguna layanan agar proses pendaftaran berjalan lancar.

Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan. Salah satu catatan yang muncul tahun ini berkaitan dengan titik GPS yang digunakan dalam proses verifikasi domisili. Masukan tersebut akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan SPMB tahun depan.

Suparmin menegaskan keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Disdikbud, Diskominfo, Inspektorat, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), hingga sekolah-sekolah yang terlibat dalam proses penerimaan peserta didik baru.

Sebagaimana diketahui, untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses laman resmi SPMB Samarinda melalui spmb.samarindakota.go.id

“Alhamdulillah sejauh ini dari sisi sistem dan infrastruktur teknologi informasi berjalan lancar. Catatan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya,” pungkasnya.