Dampak Efisiensi Anggaran, Sektor Perhotelan di Paser Terancam Gulung Tikar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Lobby Hotel Kyriad Sadurengas di Kabupaten Paser. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)
Lobby Hotel Kyriad Sadurengas di Kabupaten Paser. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dampak Efisiensi Anggaran, Sektor Perhotelan di Paser Terancam Gulung Tikar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Lobby Hotel Kyriad Sadurengas di Kabupaten Paser. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)
Lobby Hotel Kyriad Sadurengas di Kabupaten Paser. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dampak Efisiensi Anggaran, Sektor Perhotelan di Paser Terancam Gulung Tikar

Lobby Hotel Kyriad Sadurengas di Kabupaten Paser. (Foto : Luthfi/Pusaranmedia.com)

Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin 

TANA PASER - Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan Pemerintah Republik Indonesia (RI) memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan sektor perhotelan hingga ke pelosok daerah. 

Seperti yang dialami Hotel Kyriad Sadurengas yang berada di Kilometer empat, Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dampak negatif itu berupa penurunan pendapatan atau income secara signifikan. Apalagi dalam kondisi saat ini, biaya operasional perhotelan melonjak akibat kebijakan Pemerintah Pusat maupun gejolak dunia.

Keadaan ini mendorong pihak pengelola hotel untuk menggeser arah strategi usaha. Semula berfokus pada perluasan dan peningkatan skala bisnis, kini beralih ke upaya mempertahankan keberlangsungan usaha.

“Tantangan yang dihadapi sektor perhotelan saat ini cukup berat. Income menurun ditambah biaya operasional meningkat,” kata General Manager (GM) Hotel Kyriad Sadurengas Paser Alle Mahrus, Jumat (26/6/2026).

Kondisi ini sangat dirasakan perhotelan yang notabene mengandalkan pemasukan dari aktivitas pemerintahan. Seperti perjalanan dinas maupun penggunaan fasilitas hotel untuk kegiatan rapat atau acara lainnya.

Alle mengakui, beberapa instansi pemerintahan di Paser juga telah membatalkan sejumlah agenda yang di Hotel Kyriad Sadurengas, dengan alasan penyesuaian anggaran.

Ini memaksa Alle untuk mengambil langkah strategis untuk bertahan, mulai efisiensi biaya operasional hingga penyesuaian kebutuhan tenaga kerja.

“Saat ini kita optimalkan sumber daya yang ada. Bagaimana menekankan biaya operasional dan mempertahankan income dari sektor swasta, pelaku usaha maupun masyarakat umum,” tutur Alle.

Padahal, industri perhotelan memberikan pengaruh besar terhadap roda perekonomian daerah. Apalagi, sektor perhotelan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh karenanya, Alle menginginkan pemerintah tidak tutup mata. Pemerintah mesti menciptakan kebijakan khusus perhotelan. Agar mampu tetap bertahan dan turut menjaga roda perekonomian daerah.

“Kami minta dukungan dari pemerintah untuk sektor perhotelan agar bisa melewati kondisi saat ini. Supaya bisa bertahan dan turut mendorong peningkatan perekonomian daerah,” ucapnya mengakhiri.