Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Di saat sebagian besar anak menghabiskan masa liburan sekolah dengan berwisata atau bermain, suasana berbeda justru terlihat di Perpustakaan Daerah Kabupaten Berau.
Gedung yang berada di Jalan Milono itu berubah menjadi ruang favorit bagi pelajar untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih produktif.
Sejak libur sekolah dimulai sekitar sepekan lalu, jumlah pengunjung di perpustakaan terus berdatangan setiap hari.
Tak hanya untuk meminjam buku, banyak pelajar memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk membaca, mencari referensi hingga sekadar menikmati suasana yang tenang.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, Sunarto,mengatakan tetap memberikan layanan seperti hari biasa selama masa liburan sekolah.
Menurutnya, peningkatan kunjungan menjadi indikator perpustakaan masih memiliki daya tarik di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
“Selama libur sekolah kami tetap membuka layanan. Setiap hari ada pengunjung, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengunjung tidak hanya berasal dari anggota perpustakaan yang memiliki kartu keanggotaan. Masyarakat umum maupun rombongan sekolah juga bebas memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Sunarto menyebut tren kunjungan ini menunjukkan perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar tempat meminjam buku, melainkan telah berkembang menjadi ruang belajar, berdiskusi dan mencari inspirasi bagi berbagai kalangan.
Data Dispusip mencatat, sepanjang tahun 2025 jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah mencapai lebih dari 15 ribu orang.
Kelompok mahasiswa menjadi pengunjung terbanyak dengan 3.296 orang, disusul masyarakat umum sebanyak 2.453 orang.
Selain itu, kunjungan rombongan dari berbagai sekolah, mulai tingkat taman kanak-kanak hingga SMA, rutin juga dilakukan sebagai bagian dari kegiatan literasi.
Menurut Sunarto, tingginya angka kunjungan menjadi bukti bahwa budaya membaca masih terus tumbuh di Kabupaten Berau.
Kehadiran fasilitas yang nyaman, koleksi buku yang beragam, serta ruang baca yang representatif menjadi alasan banyak masyarakat memilih perpustakaan sebagai tempat mengisi waktu, termasuk saat musim liburan.
“Kami berharap kebiasaan memanfaatkan perpustakaan ini terus meningkat. Semakin banyak masyarakat yang datang membaca, semakin kuat pula budaya literasi yang akan terbentuk di Berau,” pungkasnya. (Adv)



