Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Sebanyak 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau akhirnya kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepulangan mereka disambut penuh rasa syukur oleh Pemerintah Kabupaten Berau di Bandara Kalimarau yang berharap para haji dan hajah mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Kabul Budiono, mengungkapkan, jumlah calon jemaah haji Berau yang semula tercatat sebanyak 215 orang.
Namun, dua calon jemaah dan satu orang pendamping harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.
“Jemaah yang akhirnya berangkat ke Tanah Suci berjumlah 212 orang. Alhamdulillah, seluruhnya kembali ke Berau dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.
Menurut Kabul, kondisi seperti batuk, kelelahan hingga pusing yang dialami sebagian jemaah saat tiba merupakan hal yang lumrah setelah menjalani perjalanan panjang dan rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga.
“Insyaallah setelah bertemu keluarga dan beristirahat, kondisi mereka akan kembali pulih,” katanya.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama juga menyampaikan tiga indikator utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.
Pertama, sukses pelaksanaan ritual haji, di mana seluruh jemaah Berau telah melaksanakan rukun, wajib hingga sunnah haji, termasuk puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Artinya seluruh jemaah kita telah sah menyandang predikat haji dan hajah,” jelasnya.
Selain keberhasilan ibadah, Kabul menuturkan pelaksanaan haji juga memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi nasional. Berbagai kebutuhan jemaah, mulai dari perlengkapan ibadah, pakaian, konsumsi hingga bahan pangan yang dikirim ke Arab Saudi, turut menggerakkan roda perekonomian Indonesia dengan nilai yang mencapai triliunan rupiah.
Namun yang paling penting, lanjutnya, adalah keberhasilan membangun budaya haji di tengah masyarakat.
“Kami berharap sepulang dari Tanah Suci, para haji dan hajah mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Kebiasaan menjaga salat berjamaah, memakmurkan masjid, serta semangat beribadah yang didapat di Makkah dan Madinah hendaknya terus dipertahankan dan ditularkan kepada lingkungan sekitar,” ujarnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat.
Ia berharap pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah seluruh jemaah haji asal Berau dapat kembali dengan selamat. Semoga menjadi haji yang mabrur dan membawa perubahan positif, tidak hanya bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga mampu menjadi panutan di lingkungan masyarakat,” ungkap Sri Juniarsih.
Menurutnya, nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan yang ditempa selama menjalankan ibadah haji harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah Kabupaten Berau berharap para haji dan hajah dapat menjadi penggerak dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan penuh kepedulian sosial. Semoga keberkahan ibadah haji ini juga membawa keberkahan bagi Kabupaten Berau,” tutupnya.


