Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Sistem pemantauan Work From Home (WFH) yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda mulai menunjukkan kinerja yang stabil setelah hampir dua bulan diterapkan.
Melalui dashboard digital tersebut, kepala daerah hingga masyarakat dapat memantau tingkat kepatuhan hingga aktivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) secara real time tanpa lagi bergantung pada laporan manual dari masing-masing perangkat daerah.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda memastikan sistem pemantauan WFH yang dibangun untuk mendukung kebijakan pemerintah kota (pemkot) telah berjalan optimal.
Setelah hampir dua bulan digunakan, dashboard tersebut nyaris sempurna dalam menyajikan data kepatuhan, aktivitas kerja, hingga laporan kinerja ASN secara otomatis.
Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin, mengatakan pada awal implementasi sistem masih dilakukan sejumlah penyempurnaan berdasarkan masukan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun dalam dua pekan terakhir, tidak ada lagi permintaan perbaikan yang signifikan.
"Awalnya memang masih sering rapat evaluasi karena ada beberapa kebutuhan data yang perlu disesuaikan. Tetapi dalam dua minggu terakhir sudah tidak ada lagi permintaan perbaikan," kata Suparmin.
Menurutnya, sistem dirancang untuk memudahkan proses pelaporan pelaksanaan WFH yang sebelumnya berpotensi dilakukan secara manual oleh masing-masing perangkat daerah.
Melalui sistem tersebut, seluruh data kehadiran dan aktivitas ASN langsung terekam secara otomatis. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah maupun kepala daerah cukup menarik data yang dibutuhkan dalam berbagai format tanpa harus meminta laporan terpisah dari setiap OPD.
"Kalau daerah lain masih membuat laporan manual dari masing-masing dinas, di Samarinda tidak perlu lagi. Data sudah tersedia dan bisa langsung diunduh sesuai kebutuhan," jelasnya.
Ia menuturkan, pengembangan sistem dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur teknologi yang telah dimiliki Pemkot Samarinda. Langkah tersebut diambil karena kondisi fiskal daerah belum memungkinkan untuk menambah layanan cloud baru yang membutuhkan biaya tambahan.
Sebagai solusi, Diskominfo melakukan optimalisasi server dan sumber daya digital yang sudah tersedia dengan sejumlah penyesuaian teknis pada aplikasi maupun infrastruktur pendukungnya.
Hasilnya, penggunaan sumber daya server tetap terkendali meski melayani ribuan aktivitas akses selama pelaksanaan WFH. Berdasarkan pemantauan Diskominfo, penggunaan kapasitas sistem masih berada pada level aman.
Selain memantau kehadiran ASN, dashboard tersebut juga terintegrasi dengan e-logbook sehingga aktivitas kerja pegawai tetap dapat dipantau saat bekerja dari rumah. Data tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi kepatuhan maupun efektivitas kebijakan WFH yang diterapkan Pemkot Samarinda.
Berjalan dua bulan, tingkat kepatuhan pegawai juga terlihat meningkat. Pada Jumat (26/6/2026), sekitar 93 persen pegawai dinilai telah patuh dalam mengikuti kebijakan WFH dari seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemkot Samarinda.
"Sekarang semuanya berbasis sistem. Jadi monitoring lebih mudah, datanya lebih akurat, dan proses pelaporan menjadi jauh lebih cepat," pungkasnya.


