Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Samarinda pada Minggu (28/6/2026) menjadi pengingat bahwa musim kemarau belum sepenuhnya berlangsung di Kalimantan Timur (Kaltim).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim.
Berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG (Kaltim) pada pukul 14.15 WITA, sejumlah wilayah di Samarinda berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang mulai pukul 14.30 WITA hingga sekitar pukul 16.30 WITA.
Kondisi tersebut sejalan dengan prediksi BMKG sebelumnya yang menyebutkan bahwa periode peralihan musim di Samarinda diperkirakan berlangsung pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026.
Sebelumnya, Prakirawan Cuaca BMKG Samarinda, Wiwi Indasari, menjelaskan bahwa meskipun musim kemarau mulai mendekat, peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi masih cukup besar selama masa transisi.
Menurutnya, wilayah Kaltim memiliki karakteristik cuaca yang berbeda dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia karena berada di sekitar garis khatulistiwa. Kondisi itu membuat perubahan musim dipengaruhi berbagai faktor atmosfer, baik skala lokal maupun global.
"Hal itu yang membuat awal musim diperkirakan datang lebih cepat atau lambat," jelas Wiwi.
BMKG menilai kondisi cuaca pada masa peralihan umumnya ditandai dengan munculnya awan konvektif yang berkembang cepat pada siang hingga sore hari. Fenomena tersebut dapat memicu hujan lebat dalam waktu singkat yang disertai petir maupun angin kencang.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak lengah meskipun saat ini mulai memasuki periode menuju musim kemarau. Warga diminta tetap memantau perkembangan informasi cuaca resmi BMKG, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain potensi genangan dan banjir di sejumlah titik rawan, cuaca ekstrem juga dapat meningkatkan risiko pohon tumbang maupun gangguan lalu lintas akibat jarak pandang yang berkurang saat hujan deras.
BMKG mengimbau masyarakat untuk segera mencari tempat aman apabila terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang serta menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun papan reklame yang berpotensi roboh.
Dengan masih berlangsungnya masa transisi musim hingga pertengahan Juli mendatang, cuaca di Samarinda diperkirakan akan tetap bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat.
"Cuaca itu sangat dinamis, jadi harapannya masyarakat bisa terus memantau cuaca yang bisa diakses melalui cuaca.bmkg.go.id," pungkasnya.


