Dinas Perikanan PPU Dorong Nelayan Budidaya Ikan Sistem Kolam Bioflok

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU Dorong Nelayan Budidaya Ikan Sistem Kolam Bioflok

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU Dorong Nelayan Budidaya Ikan Sistem Kolam Bioflok 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong nelayan untuk membudidaya ikan dengan sistem kolam bioflok sebagai pekerjaan sampingan. 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, nelayan didorong untuk bekerja sampingan sebagai budidaya ikan dengan sistem bioflok dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

Karena, ada musim tertentu nelayan kecil tidak bisa melaut lantaran terkendala cuaca dan ombak. 

“Nelayan kecil dengan kapal 5 GT, ketika memasuki musim selatan terkadang tidak turun melaut karena kendala gelombang. Kalau kapal 30 GT, itu tetap bisa melaut ketika musim selatan. Jadi, nelayan kecil ini didorong agar membudidaya dengan sistem bioflok supaya ada penghasilan tambahan,” kata Andi Traso, Minggu (28/6/2026). 

Andi Traso mengungkapkan, saat ini sudah ada beberapa nelayan kecil mulai bekerja sampingan sebagai pembudidaya ikan dengan sistem bioflok. 

“Nelayan itu dalam satu bulan turun melaut rata-rata hanya 20 hari kerja. Belum lagi ketika memasuki musim selatan, nelayan kecil banyak yang tidak melaut karena ombak cukup tinggi. Bagaimana nelayan tetap ada penghasilan, kita dorong untuk budidaya ikan sistem kolam bioflok,” terangnya. 

Andi Traso mengungkapkan, jumlah nelayan di Benuo Taka mencapai 2.800 orang. Sedangkan jumlah kapal mencapai 2.505 unit yang rata-rata kapasitas kapal 5 GT, 10 G, 15 GT, hingga kapal 30 GT. 

“Produksi ikan tangkap rata-rata 6.600 ton per tahun, ini terus dorong agar produksi ikan tangkap terus meningkat dengan berbagai intervensi program bantuan alat tangkap, mesin kapal dan peralatan lainnya,” pungkasnya.