Segini Perkiraan Tarif Main Golf di Driving Range GOR Segiri Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Driving range di kawasan GOR Segiri Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Driving range di kawasan GOR Segiri Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Segini Perkiraan Tarif Main Golf di Driving Range GOR Segiri Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Driving range di kawasan GOR Segiri Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Driving range di kawasan GOR Segiri Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Segini Perkiraan Tarif Main Golf di Driving Range GOR Segiri Samarinda

Driving range di kawasan GOR Segiri Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Masyarakat yang ingin menjajal fasilitas driving range di kawasan Sports Hub GOR Segiri tampaknya perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp200 ribu per jam. 

Angka tersebut merupakan simulasi tarif yang disusun Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai dasar perhitungan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski pengoperasian fasilitas itu masih belum dilakukan. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda, Cahya Ernawan mengatakan simulasi tarif tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dalam skema yang disiapkan, tarif penggunaan petak reguler diperkirakan sebesar Rp200 ribu per jam dengan fasilitas 100 bola. 

Sementara untuk petak VIP dikenakan tarif sekitar Rp350 ribu per jam dengan jumlah bola yang sama.

"Ini masih hitungan sementara," tegas Cahya.

Driving range yang dibangun di kawasan GOR Segiri memiliki 32 petak permainan, terdiri atas 30 petak reguler dan dua petak VIP yang berada di bangunan dua lantai.

Menurut Cahya, simulasi tarif tersebut juga menjadi dasar pemerintah menghitung potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari fasilitas olahraga baru tersebut. 

Jika seluruh petak terisi rata-rata delapan hingga sepuluh jam setiap hari, maka driving range diperkirakan mampu memberikan kontribusi PAD hingga miliaran rupiah dalam setahun.

"Potensinya cukup besar. Ini bisa menjadi salah satu sumber PAD baru dari sektor olahraga dan pemanfaatan aset daerah," ungkapnya.
Meski demikian, masyarakat masih harus bersabar sebelum dapat menikmati fasilitas tersebut. 

Hingga kini, Pemkot Samarinda masih membahas pola pengelolaan driving range, apakah akan dikelola langsung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), bekerja sama dengan pihak ketiga, atau menggunakan skema lainnya.

Proyek driving range yang dibangun dengan nilai Rp61,8 miliar ini digadang-gadang menjadi salah satu pusat latihan golf paling modern di Kalimantan Timur.

Fasilitas itu dilengkapi teknologi digital terbaru yang diadopsi dari Korea Selatan dan diharapkan mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus menjadi destinasi olahraga baru bagi masyarakat Samarinda.

Selain driving range, pemerintah juga tengah menyiapkan pengoperasian kolam renang atau Sport Hub di kawasan yang sama.

embahasan mengenai model pengelolaannya juga masih berlangsung sehingga belum ada keputusan final terkait waktu operasional maupun tarif layanan.

"Kami masih menunggu arahan selanjutnya dari Bapak Wali Kota," pungkas Cahya.