Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Di tengah gencarnya promosi pariwisata Berau, kuliner tradisional dinilai memiliki peluang besar menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Salah satunya adalah ikan bakar khas masyarakat pesisir yang diolah dengan teknik unik menggunakan sabut kelapa dan dibakar tanpa membuang sisik ikan.
Cara memasak yang diwariskan secara turun-temurun itu tak hanya menghasilkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat lokal.
Policy and External Affairs Senior Specialist YKAN, Gunawan Wibisono menjelaskan hidangan, tersebut merupakan makanan tradisional yang sejak lama dikonsumsi masyarakat pesisir maupun bantaran sungai di Berau.
Bahan bakunya berasal dari ikan segar hasil tangkapan nelayan, seperti ikan belanak, ikan batu, maupun ikan air tawar seperti nila.
Menurutnya, keunikan hidangan ini terletak pada teknik memasaknya. Ikan dibersihkan tanpa menghilangkan sisiknya, kemudian diberi bumbu sederhana berupa cabai, bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula atau penyedap, serta minyak kelapa tradisional sebelum dibakar menggunakan sabut kelapa.
“Selain memberi aroma asap yang khas, cara ini juga membuat daging ikan tetap lembut dan tidak mudah kering,” jelas Gunawan.
Ia menilai metode memasak tradisional tersebut merupakan pengetahuan lokal yang patut dilestarikan karena mencerminkan hubungan masyarakat dengan sumber daya alam di sekitarnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menilai kuliner tradisional seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.
Kekayaan kuliner lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi baru apabila dikemas secara profesional dan dipromosikan secara berkelanjutan.
“Kuliner khas Berau memiliki cerita, cita rasa, dan cara pengolahan yang unik. Nilai-nilai inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan,” tambahnya.Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari penyajian, kebersihan, hingga kemasan tanpa menghilangkan keaslian resep dan teknik memasak tradisional.
Eva berharap semakin banyak kuliner khas Berau yang dapat dipromosikan dalam berbagai festival maupun kegiatan pariwisata sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga membawa pengalaman kuliner yang berbeda. Inilah yang akan memperkuat citra Berau sebagai daerah yang kaya akan budaya, alam dan cita rasa,” pungkasnya. (Adv)



