331 Rumah di Desa Tanjung Nanga Malinau Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan dan Kesejahteraan Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau menikmati listik selama 24 jam. (Foto: PLN UID Kaltimra)
Warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau menikmati listik selama 24 jam. (Foto: PLN UID Kaltimra)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

331 Rumah di Desa Tanjung Nanga Malinau Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan dan Kesejahteraan Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau menikmati listik selama 24 jam. (Foto: PLN UID Kaltimra)
Warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau menikmati listik selama 24 jam. (Foto: PLN UID Kaltimra)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

331 Rumah di Desa Tanjung Nanga Malinau Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan dan Kesejahteraan Warga

Warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau menikmati listik selama 24 jam. (Foto: PLN UID Kaltimra)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Bertahun-tahun lamanya, masyarakat Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hidup dengan keterbatasan akses listrik. 

Saat malam tiba, sebagian besar warga hanya mengandalkan genset pribadi maupun genset swadaya desa yang beroperasi pada waktu-waktu tertentu. 

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat harus berhenti lebih awal, sementara anak-anak memiliki waktu belajar yang terbatas dan pelaku usaha belum dapat mengembangkan usahanya secara optimal.

Kini, harapan itu akhirnya menjadi kenyataan.

Melalui komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) dalam menghadirkan listrik hingga pelosok negeri, sebanyak 331 rumah di Desa Tanjung Nanga kini telah menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam penuh.

Hadirnya listrik PLN menjadi titik awal perubahan bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan yang lebih baik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu warga yang merasakan manfaat langsung adalah Laeng Ingan. Sebagai pelaku usaha kecil, ia mengaku kehadiran listrik PLN membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarganya.

"Dulu kami hanya mengandalkan genset sehingga listrik hanya menyala pada waktu tertentu. Sekarang listrik PLN tersedia sepanjang hari.

Usaha kecil yang saya jalankan jadi lebih berkembang karena bisa menggunakan peralatan listrik. Anak-anak juga bisa belajar dengan nyaman pada malam hari. Kami sangat bersyukur karena akhirnya desa kami menikmati listrik PLN," ungkap Laeng Ingan dalam keterangan press release, Senin (29/6/2026).

Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonatan turut menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya harapan masyarakat yang telah lama menantikan hadirnya listrik PLN.

"Hari ini menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi seluruh masyarakat Desa Tanjung Nanga. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya listrik PLN hadir di desa kami. Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan terang sekaligus harapan baru bagi warga," ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas masyarakat Desa Tanjung Nanga berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Kehadiran listrik memberikan peluang bagi warga untuk menyimpan hasil pertanian maupun hasil tangkapan ikan menggunakan fasilitas pendingin, sehingga kualitasnya tetap terjaga dan dapat dipasarkan dalam kondisi yang lebih segar.

"Dengan adanya listrik, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan hasil tangkapan nelayan. Hasil panen dan ikan dapat disimpan lebih lama sehingga kualitasnya tetap terjaga saat dijual. Kami berharap kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat seiring hadirnya listrik PLN," tambahnya.

Sementara General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli mengatakan hadirnya listrik di Desa Tanjung Nanga merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses energi yang merata dan berkeadilan.

"PLN meyakini bahwa listrik bukan sekadar menghadirkan cahaya, tetapi juga membuka peluang. Listrik menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu, PLN akan terus menghadirkan layanan kelistrikan hingga ke wilayah-wilayah terpencil sebagai bentuk komitmen menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat," ujar Chaliq.

Untuk menghadirkan listrik di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, PLN membangun infrastruktur kelistrikan berupa Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,27 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,81 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kVA.

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam memperluas akses listrik sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Kaltimra.

Kini, ketika malam tiba di Desa Tanjung Nanga, suasana yang dahulu hanya diterangi cahaya genset kini berganti dengan terang listrik PLN yang menyala selama 24 jam. 

Cahaya itu tidak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membawa harapan baru bagi pendidikan anak-anak, pertumbuhan usaha masyarakat dan peningkatan kesejahteraan seluruh warga desa. (Adv)