Jalan Rusak Lumpuhkan Distribusi di Krayan Selatan, Penjualan Beras Adan Terhenti

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi terkini akses jalan utama di Krayan Selatan (Foto: Oktavianus Ramli)
Kondisi terkini akses jalan utama di Krayan Selatan (Foto: Oktavianus Ramli)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalan Rusak Lumpuhkan Distribusi di Krayan Selatan, Penjualan Beras Adan Terhenti

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi terkini akses jalan utama di Krayan Selatan (Foto: Oktavianus Ramli)
Kondisi terkini akses jalan utama di Krayan Selatan (Foto: Oktavianus Ramli)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalan Rusak Lumpuhkan Distribusi di Krayan Selatan, Penjualan Beras Adan Terhenti

Kondisi terkini akses jalan utama di Krayan Selatan (Foto: Oktavianus Ramli)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN – Kerusakan berat pada ruas jalan menuju Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan mulai menimbulkan dampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Curah hujan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan akses transportasi darat terganggu dan distribusi barang ke wilayah tersebut praktis terhambat.

Tak hanya mempengaruhi pasokan kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM), kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan kendaraan pengangkut logistik saat ini kesulitan melintasi jalur menuju wilayahnya karena kondisi jalan yang semakin memburuk.

Menurut dia, persoalan tersebut turut menghentikan distribusi hasil panen masyarakat, terutama Beras Adan yang selama ini menjadi komoditas unggulan kawasan Krayan.

“Kerusakan jalan akibat hujan membuat kendaraan tidak dapat melintas. Akibatnya distribusi kebutuhan pokok dan BBM, termasuk pengiriman hasil pertanian masyarakat ikut terganggu,” ujar Oktavianus, Senin (29/6/2026). 

Ia menjelaskan, terhambatnya pemasaran Beras Adan berdampak langsung pada pendapatan masyarakat. Sebab, hasil penjualan komoditas tersebut selama ini menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan rumah tangga, termasuk pembiayaan pendidikan anak yang menempuh kuliah di luar daerah.

Kondisi tersebut, kata dia, mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena banyak keluarga yang menggantungkan biaya pendidikan dari musim panen.

“Orang tua mulai gelisah karena hasil panen belum bisa dijual, sementara kebutuhan anak yang sedang kuliah tetap harus dipenuhi,” katanya.

Situasi semakin sulit karena layanan perbankan di kawasan Krayan masih terbatas. Saat ini aktivitas transaksi keuangan masyarakat masih bergantung pada satu kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berada di Long Bawan, Kecamatan Krayan.

Namun, akses menuju Long Bawan juga ikut terdampak akibat kerusakan jalan, sehingga masyarakat mengalami kendala untuk menyetor maupun mengirim dana kepada anggota keluarga yang berada di luar daerah.

Akibat keterbatasan tersebut, sebagian warga terpaksa mencari alternatif dengan meminjam dana kepada keluarga atau kerabat di perkotaan untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Pemerintah Kecamatan Krayan Selatan berharap penanganan darurat terhadap ruas jalan segera dilakukan agar mobilitas masyarakat kembali normal, distribusi logistik dapat berjalan, serta hasil pertanian masyarakat kembali terserap pasar.