Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Abdul Kadir Jaelani kembali dipercaya memimpin Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2026–2030.
Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) I ALTI Kutim yang digelar di Kedai Sruput, Sangatta, Minggu (28/6/2026).
Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah mufakat setelah forum menerima Laporan Pertanggungjawaban Pengurus ALTI Kutim periode 2022–2026 dan menyelesaikan seluruh tahapan persidangan.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Abdul Kadir Jaelani menyebut kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah untuk melanjutkan pengembangan olahraga trail running di Kutim.
"Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ini bukan tentang pribadi, melainkan bagaimana kita bersama-sama melanjutkan estafet pengembangan trail running di Kutai Timur," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (09/6/2026).
Ia menegaskan, kepengurusan periode 2026–2030 akan memprioritaskan penguatan organisasi dan sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurutnya, ALTI tidak hanya akan berfokus pada penyelenggaraan event, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berprestasi.
Program tersebut meliputi pembinaan atlet usia muda, peningkatan kapasitas pelatih, race official dan penyelenggara event, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, serta komunitas lari.
Abdul Kadir menilai Kutim memiliki potensi besar untuk mengembangkan olahraga trail running karena didukung bentang alam yang beragam.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga mengembangkan sport tourism yang berdampak pada perekonomian daerah.
Ia juga menegaskan ALTI akan memperkuat kemitraan dengan komunitas lari sebagai bagian penting dalam pengembangan olahraga tersebut.
"Komunitas bukanlah objek pembinaan semata, tetapi mitra strategis organisasi. Kami ingin ALTI menjadi rumah besar bagi seluruh pegiat trail running agar dapat saling belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi," katanya.
Muscab I ALTI Kutim mengusung tema "Melanjutkan Jejak, Menaklukkan Puncak Baru: Memperkuat Organisasi dan Menginspirasi Prestasi Trail Running Kutai Timur".
Kegiatan dibuka Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono yang mengapresiasi kiprah ALTI Kutim dalam pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai event trail running.
Perwakilan Pengurus Provinsi ALTI Kalimantan Timur (Kaltim), Veronika juga mengapresiasi konsistensi ALTI Kutim dalam mengembangkan olahraga trail running di daerah.
Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas penyelenggaraan event sesuai standar nasional, serta memperluas pembinaan atlet usia muda.
Sebelum sidang Muscab, peserta mengikuti sesi berbagi pengetahuan yang menghadirkan tiga narasumber.
Abdul Kadir Jaelani memaparkan materi mengenai tata kelola organisasi dan penyelenggaraan event trail running, Coach Fachrul Ihsan membahas strategi peningkatan performa pelari, sedangkan dr. Fatimah Zahra memberikan edukasi mengenai pencegahan cedera dan rehabilitasi medik bagi pelari.


