Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Festival budaya Bekudung Betiung tak lagi hanya dipersiapkan sebagai agenda tahunan masyarakat Berau.
Pemerintah Kabupaten Berau kini membidik festival tersebut agar mampu menembus Kharisma Event Nusantara (KEN), kalender event nasional yang menjadi etalase festival terbaik di Indonesia.
Target itu dinilai bukan sekadar mengejar prestise. Jika lolos, Bekudung Betiung berpeluang menjadi wajah baru pariwisata Berau yang dikenal luas, sekaligus membuka peluang promosi hingga dukungan program dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah festival budaya di Berau. Dari hasil penilaian tersebut, Bekudung Betiung dinilai paling siap untuk diajukan mengikuti seleksi KEN.
“Festival seperti Bekudung Betiung ini memiliki potensi untuk masuk Kharisma Event Nusantara.Persyaratannya sudah kami pelajari dan insyaallah dapat dipenuhi,” ujarnya.
Menurut Yudha, proses menuju KEN tidak hanya bergantung pada kemeriahan acara. Berbagai indikator penilaian harus dipenuhi, mulai dari kualitas penyelenggaraan, dampak ekonomi, hingga keterlibatan masyarakat.
Karena itu, Disbudpar akan mengevaluasi pelaksanaan festival bersama panitia sekaligus melengkapi seluruh dokumen yang menjadi syarat pengajuan.
Dokumen tersebut mencakup laporan pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, jumlah pelaku UMKM yang terlibat, jumlah stan yang berpartisipasi, tingkat kunjungan wisatawan, hingga besaran dampak ekonomi yang tercipta selama festival berlangsung.
“Semua data itu menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Jadi bukan hanya acaranya yang bagus, tetapi dampaknya juga harus terukur,” jelasnya.
Selain memperkuat aspek administrasi, Disbudpar juga akan semakin menonjolkan identitas budaya lokal sebagai nilai pembeda. Berbagai atraksi tradisional khas Berau seperti balap perahu, panjat piruwai, hingga lomba sumpit akan dikemas lebih maksimal agar menjadi daya tarik utama di hadapan tim penilai.
Yudha mengungkapkan, pendaftaran KEN untuk pelaksanaan tahun depan masih dibuka hingga 2 Agustus mendatang. Untuk mendukung proses tersebut, Disbudpar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp40 juta guna penyusunan dokumen pengajuan secara lebih komprehensif.
Ia mengakui persaingan menuju KEN tidaklah mudah. Ratusan festival dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti seleksi, sementara hingga kini baru tiga event di Kalimantan Timur yang berhasil masuk dalam kalender event nasional tersebut.
“Karena persaingannya cukup ketat, kami juga berencana melibatkan pendamping atau konsultan agar proses pengajuan lebih terarah dan seluruh indikator yang dipersyaratkan dapat terpenuhi,” katanya.
Yudha optimistis, apabila Bekudung Betiung berhasil lolos menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara, manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata.
Keberhasilan itu juga diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas promosi budaya Berau di tingkat nasional, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
“Kami berharap festival budaya di Berau tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata,” pungkasnya. (Adv)



