Banner ADV

Berau Ubah Sampah Jadi Mesin Ekonomi, Kawasan Industri Daur Ulang Mulai Disiapkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Foto bersama usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Berau Circular Future 2045. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Foto bersama usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Berau Circular Future 2045. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Berau Ubah Sampah Jadi Mesin Ekonomi, Kawasan Industri Daur Ulang Mulai Disiapkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Foto bersama usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Berau Circular Future 2045. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Foto bersama usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Berau Circular Future 2045. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Berau Ubah Sampah Jadi Mesin Ekonomi, Kawasan Industri Daur Ulang Mulai Disiapkan

Foto bersama usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Berau Circular Future 2045. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Tumpukan sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan mulai dipandang sebagai peluang ekonomi baru oleh Pemerintah Kabupaten Berau. 

Pemkab kini menyiapkan langkah besar dengan membangun kawasan industri berbasis ekonomi sirkular yang diharapkan mampu mengubah limbah menjadi sumber investasi, lapangan kerja, hingga pendapatan daerah.

Hal tersebut mulai dimatangkan melalui Focus Group Discussion (FGD) “Berau Circular Future 2045: Dari Sampah Menjadi Industri Baru Daerah” yang digelar di Ballroom Hotel Mercure, Tanjung Redeb.

Forum ini menjadi titik awal penyusunan konsep Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS) yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Sambaliung.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Berau, Slamet Riyadi, mengatakan pembangunan kawasan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Berau setelah melihat secara langsung praktik pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di sejumlah daerah.

Menurutnya, konsep tersebut dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan penciptaan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami ingin mengubah cara pandang terhadap sampah. Selama ini sampah dianggap sebagai beban lingkungan, padahal jika dikelola dengan baik justru bisa menjadi bahan baku industri yang menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.

Slamet menjelaskan, forum diskusi tersebut tidak hanya membahas konsep pembangunan kawasan industri, tetapi juga menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan agar pengembangannya memiliki arah yang sama.

Ia menilai keberhasilan proyek tersebut tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha, sektor perbankan, akademisi hingga masyarakat agar kawasan industri sampah benar-benar dapat diwujudkan.

“Di tengah tantangan ekonomi, kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah akan menjadi penggerak, namun keberhasilan program ini bergantung pada dukungan pelaku usaha, lembaga keuangan dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular di Berau,” jelasnya.

Keseriusan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama antara para pihak yang terlibat dalam pengembangan KISS. Sebagai mitra strategis, Pemkab Berau menggandeng PT Bumi Sanggam Indonesia dan PT Jono Enviro Indonesia untuk mendukung perencanaan hingga implementasi kawasan industri tersebut.

Melalui pengembangan industri berbasis sampah itu, Pemkab Berau berharap lahir peluang investasi baru, terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya peran bank sampah di tingkat masyarakat hingga bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Target kami bukan hanya mengatasi sampah, tetapi juga menciptakan industri baru yang mendorong ekonomi, membuka lapangan kerja dan mewujudkan ekonomi hijau di Berau,” tutup Slamet. (Adv)