10 Unit Insenerator Diresmikan, Target Pangkas Timbunan Sampah di Samarinda hingga 160 Ton Per Hari

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Insenerator yang ada di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Insenerator yang ada di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

10 Unit Insenerator Diresmikan, Target Pangkas Timbunan Sampah di Samarinda hingga 160 Ton Per Hari

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Insenerator yang ada di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Insenerator yang ada di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

10 Unit Insenerator Diresmikan, Target Pangkas Timbunan Sampah di Samarinda hingga 160 Ton Per Hari

Insenerator yang ada di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (26/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA – Mesin pembakar sampah (insenerator) resmi dioperasikan di Kota Samarinda, Selasa (30/6/2026). 

Setidaknya terdapat 10 unit insinerator yang tersebar di hampir seluruh kecamatan sebagai upaya mempercepat pengurangan volume sampah yang selama ini bermuara ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Peresmian tersebut dirangkaikan juga dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.

Selain menanam pohon, Pemkot memanfaatkan momentum itu untuk mulai mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan keberadaan insinerator menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan iklim.

Menurutnya, setiap unit insinerator mampu mengolah sedikitnya delapan ton sampah dalam satu kali shift operasional. 

Dengan 10 unit yang tersedia, kapasitas pengurangan sampah berpotensi meningkat signifikan apabila jam operasional ditambah.

"Hasilnya cukup efektif karena mampu melakukan pengurangan minimum delapan ton per hari dalam satu shift," kata Andi Harun, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, apabila setiap insinerator dioperasikan dalam dua shift, maka kapasitas pengolahan mencapai sekitar 16 ton per unit setiap harinya.

Dengan demikian, total sampah yang dapat diolah seluruh insinerator mencapai sekitar 160 ton setiap hari.

"Kalau rata-rata 16 ton dalam satu hari dikali 10 insinerator, berarti ada sekitar 160 ton sampah yang bisa dikurangi dari total timbulan sampah harian," jelasnya.

Pemkot juga membuka peluang menambah jumlah shift operasional menjadi tiga hingga empat shift apabila kebutuhan meningkat.

Namun, hal tersebut tetap akan mempertimbangkan kesiapan tenaga kerja serta aspek keselamatan dan ketahanan operasional mesin.

Untuk menghadirkan mesin tersebut, Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,7 miliar yang digunakan untuk pembangunan fasilitas sekaligus pengadaan 10 unit insinerator.

Sejak awal 2026, seluruh mesin telah melalui tahapan uji coba secara bertahap sebelum akhirnya mulai dioperasikan.

Andi Harun menyebut seluruh unit insinerator pada dasarnya telah siap digunakan. Tapi,di beberapa lokasi, masih terdapat pekerjaan pendukung, seperti penyempurnaan akses jalan menuju fasilitas.

"Kalau mesinnya sudah siap semua. Tinggal di beberapa titik ada faktor lingkungan seperti akses jalannya yang masih disempurnakan," pungkasnya.