Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Air minum dalam kemasan (AMDK) produksi Perumdam Tirta Kencana Samarinda akhirnya mulai diperkenalkan ke publik.
Produk yang diberi nama 'Samaqua itu' sudah tampil dalam sejumlah kegiatan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai bagian dari tahap uji coba sebelum diluncurkan secara resmi.
Botol air mineral berukuran 330 Mililiter (Ml) tersebut terlihat tersaji di meja para tamu undangan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus peresmian operasional insinerator di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (30/6/2026).
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, produk AMDK tersebut akan lebih dahulu digunakan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah sebelum dipasarkan secara luas. "AMDK ini akan uji coba di acara-acara pemerintah kota. Bulan depan launching secara resminya," kata Andi Harun.
Ia menyatakan, air kemasan ini siap menembus pasar-pasar domestik sampai merambat ke seluruh wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Andi Harun mengungkapkan, produk tersebut merupakan hasil pengembangan Perumdam Tirta Kencana yang telah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir, bahkan ikut terlibat dalam penentuan identitas merek hingga konsep bisnisnya.
Melalui Samaqua ini, ia berharap Perumdam Tirta Kencana tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan air bersih, tetapi juga mampu mengembangkan unit usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memperkuat produk lokal di Kaltim.
"Kita mulai dari Kota Samarinda dulu, syukur-syukur tahun depan bisa sampai luar Kaltim," harapnya.
Proyek pembangunan pabrik AMDK sendiri telah digagas sejak 2024. Di awal tahun, Direktur Pelayanan Perumdam Tirta Kencana, Widyastuti Supartinah, menjelaskan pembangunan fasilitas produksi telah rampung dan seluruh tahapan uji coba mesin juga telah diselesaikan.
Sumber air baku AMDK ini disebut berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol. Lokasi pabrik yang berada di kawasan yang sama dinilai memudahkan proses pengawasan kualitas air hingga tahap produksi.
Perumdam Tirta Kencana juga telah melakukan kajian terhadap kapasitas produksi. Mesin produksi yang dimiliki memiliki kapasitas sekitar 10 liter per jam.
Kapasitas tersebut nantinya akan disesuaikan dengan tingkat permintaan pasar dan hasil kajian bisnis yang tengah disusun perusahaan.


