Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Kondisi ruas jalan menuju Kecamatan Krayan Selatan kian mengkhawatirkan. Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah perbatasan itu menyebabkan akses darat nyaris lumpuh total.
Dampaknya tidak hanya menghambat distribusi kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM), tetapi juga mengancam aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada hasil pertanian.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengungkapkan, kondisi jalan saat ini sudah tidak dapat dilintasi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kerusakan yang terus memburuk membuat mobil pengangkut logistik dan BBM menyerah sebelum mencapai tujuan.
“Tidak ada satu pun kendaraan yang mampu melintasi jalur tersebut. Kerusakan jalan semakin parah akibat hujan. Mobil pengangkut barang kebutuhan maupun BBM sudah tidak sanggup melintas,” ujar Oktavianus.
Terputusnya jalur distribusi mulai menimbulkan tekanan serius terhadap kebutuhan masyarakat. Warga saat ini hanya mengandalkan sisa stok bahan pokok yang tersedia di kios-kios setempat.
Namun, kata dia, keterbatasan pasokan memicu kenaikan harga berbagai komoditas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan apabila kondisi ini terus berlangsung.
Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga menghantam sektor ekonomi masyarakat secara langsung. Aktivitas pemasaran hasil pertanian praktis terhenti akibat tidak adanya akses angkutan keluar daerah.
Komoditas Beras Adan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Krayan Selatan kini menumpuk di kampung. Produk unggulan yang biasanya dipasarkan hingga ke wilayah Malaysia tidak lagi dapat didistribusikan karena kendaraan pengangkut tidak bisa menjangkau lokasi.
“Beras tidak bisa dijual ke Malaysia karena tidak ada kendaraan yang mampu mengangkut. Padahal masyarakat sangat bergantung pada hasil penjualan beras untuk memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan infrastruktur di wilayah perbatasan tidak lagi sekadar soal kenyamanan transportasi, tetapi telah berkembang menjadi persoalan ketahanan ekonomi dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, warga Krayan Selatan berpotensi menghadapi tekanan berlapis: keterbatasan bahan kebutuhan pokok, kenaikan harga barang, terhentinya perputaran ekonomi, hingga menurunnya pendapatan keluarga yang selama ini mengandalkan hasil panen.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah darurat dan konkret untuk memulihkan akses jalan agar distribusi logistik dapat kembali berjalan dan hasil pertanian masyarakat tidak terus tertahan di kampung.
“Hasil panen menumpuk dan sumber pendapatan masyarakat praktis terhenti karena akses jalan tidak bisa digunakan,” pungkasnya.


