Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyoroti masih minimnya peran partai politik dalam menjalankan fungsi pendidikan politik kepada masyarakat.
Menurutnya, saat ini partai politik cenderung bersikap pragmatis dengan lebih mengedepankan kepentingan menjelang pemilu dibanding membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
"Di tengah pragmatisme partai politik, hubungan dengan masyarakat maupun stakeholder lebih banyak terlihat ketika mendekati pemilu. Padahal, salah satu fungsi utama partai politik adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," jelasnya.
Abdurrahman menilai pendidikan politik seharusnya dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya menjadi agenda musiman saat kontestasi politik berlangsung.
"Dengan pendidikan politik yang baik, masyarakat diharapkan semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi secara cerdas dalam proses demokrasi," ungkapnya.
Ia berharap partai politik dapat kembali mengoptimalkan fungsi kaderisasi dan pendidikan politik sehingga kepercayaan publik terhadap partai dapat terus meningkat.
"Penguatan pendidikan politik menjadi salah satu kunci untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan berkualitas," tutupnya.


