Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Buniyamin
TANA PASER - AKBP Novy Adi Wibowo menyampaikan sejumlah pesan pesan kepada seluruh personel Paser di penghujung masa kepemimpinan sebagai Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Paser.
Hal itu dikatakan Novy Adi Wibowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Paser, Rabu (1/7/2026).
Pertama, perkuat reformasi kelembagaan Polri untuk memastikan proses reformasi birokrasi Polri mampu mewujudkan institusi Polri yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
“Tunjukkan bahwa Polri adalah institusi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui transformasi organisasi yang lebih responsif dan terbuka terhadap pengawasan publik,” ucap Novy.
Kedua, personel Polres Paser harus meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas. Polri harus mampu memastikan profesionalitas setiap anggota dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum.
Manfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan
serta tingkatkan transparansi proses kerja dan perkuat akuntabilitas organisasi. Hal ini sangat penting untuk meraih kepercayaan publik terhadap Polri.
Ketiga, perkuat kapasitas dan kualitas diri untuk menghadapi kompleksitas ancaman. Ini adalah tantangan utama polri di era digital. Kemajuan teknologi informasi senantiasa dibarengi dengan perkembangan karakteristik ancaman keamanan.
“Polri tidak hanya mampu menjadi penjaga keamanan, namun juga menjadi pelindung bagi masyarakat dari ancaman dan kejahatan,” tutur Novy.
Keempat, tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang dinamis. Di tengah situasi geopolitik global yang sangat dinamis, polri harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.
Polri harus mampu mendeteksi setiap perubahan yang terjadi, merespons peluang dan ancaman dengan cepat serta beradaptasi dengan lingkungan.
“Polri harus mampu menjadi institusi kepolisian modern yang berbasis data, prediktif, kolaboratif dan berorientasi pada pelayanan publik,” imbuhnya.
Terpenting adalah penguatan legitimasi institusi polri. Dalam negara demokrasi, legitimasi polri tidak hanya dilihat dari keberhasilan polri dalam pelaksanaan tugas, namun juga pengakuan dan kepercayaan publik terhadap polri.
Untuk itu, harus mampu menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat. Bangun budaya integritas organisasi. Perkuat komunikasi publik, respon cepat keluhan dan kritik publik serta memanfaatkan media sebagai
sarana untuk memperkuat reputasi Polri.
Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar kewajiban, namun merupakan komitmen institusi polri untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Tugas pokok polri bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum semata, namun juga menjaga kepercayaan publik,” kata dia.
Untuk itu, Polri harus bertransformasi menuju institusi yang semakin profesional, humanis, responsif dan prediktif serta menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri Polri.
Polri telah melewati berbagai cobaan, kritik, dan tuntutan perubahan. Setiap kali menghadapi tekanan, polri selalu bangkit, berbenah, dan membuktikan dirinya.
Hal tersebut merupakan watak sejati sebuah institusi yang berakar pada nilai pengabdian. Semakin tinggi tingkat pengabdian yang dirasakan masyarakat, maka kepercayaan publik akan meningkat dan legitimasi polri semakin kuat.
Dengan disahkannya undang-undang polri yang baru, merupakan kado manis bagi institusi Polri. Namun sekaligus tantangan bagi polri untuk mampu menjawab ekspektasi publik terhadap polri yang lebih baik.
Hal ini adalah penegasan bahwa masyarakat dan negara percaya bahwa polri mampu bertransformasi, mampu menjawab tantangan zaman, dan mampu berdiri tegak sebagai penjaga keadilan yang sesungguhnya.
“Kepercayaan ini adalah modal paling berharga yang harus dijaga dengan kinerja nyata, bukan retorika semata. Kita berdiri hari ini di atas pundak sejarah yang panjang,” tandasnya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 mengusung tema Polri Untuk Masyarakat. Upacara tersebut diikuti kurang lebih sebanyak 350 orang. Serta diikuti Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan unsur Forkompinda Paser lainnya.


