Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim Pukul Perekonomian Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pengamat ekonomi Kaltim, Purwadi. (Foto: Purwadi)
Pengamat ekonomi Kaltim, Purwadi. (Foto: Purwadi)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim Pukul Perekonomian Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pengamat ekonomi Kaltim, Purwadi. (Foto: Purwadi)
Pengamat ekonomi Kaltim, Purwadi. (Foto: Purwadi)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim Pukul Perekonomian Warga

Pengamat ekonomi Kaltim, Purwadi. (Foto: Purwadi)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kaltim menuai kritik dari berbagai kalangan.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap roda perekonomian di Benua Etam.

Pengamat ekonomi Kaltim, Purwadi, menegaskan bahwa ketidakstabilan pasokan listrik telah menimbulkan kerugian nyata bagi berbagai sektor usaha.

Ia membantah anggapan bahwa aktivitas ekonomi tetap berjalan normal di tengah pemadaman yang terjadi belakangan ini.

"Kalau ada yang bilang tidak terdampak, itu bohong. Sektor ekonomi pasti terpukul," tegas Purwadi.

Menurutnya, listrik kini telah menjadi kebutuhan primer yang memiliki peran sama pentingnya dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan air bersih.

Purwadi menjelaskan, pemadaman listrik tidak hanya memukul industri besar, tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai aktivitas usaha terpaksa terhenti karena bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Ia mencontohkan usaha jasa fotokopi yang tidak dapat beroperasi saat listrik padam, padahal masyarakat tetap membutuhkan layanan pencetakan berbagai dokumen penting. Begitu pula sektor komunikasi yang ikut terganggu karena perangkat elektronik tidak dapat digunakan meski jaringan internet masih tersedia.

Selain itu, kata dia, usaha laundry, hingga rumah makan juga merasakan dampaknya. Bagi pelaku usaha yang memiliki generator set atau genset, mereka harus mengeluarkan biaya operasional tambahan untuk membeli bahan bakar solar agar usahanya tetap berjalan.

"Perbankan, usaha laundry yang dikejar tenggat baju pengantin, sampai rumah makan, semua kena pukul. Kalau rumah makan punya genset, mereka harus keluar biaya ekstra untuk solar yang harganya mahal. Siklusnya jadi makin berat," terangnya.

Purwadi berharap persoalan pemadaman listrik bergilir dapat segera diatasi agar tidak semakin menekan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Kaltim.