Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di Kota Samarinda selama dua pekan terakhir terus menuai perhatian.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim meminta PT PLN meningkatkan sosialisasi jadwal pemadaman agar masyarakat dapat mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
Menurut Abdul Rohim, persoalan yang paling dirasakan masyarakat bukan hanya pemadaman itu sendiri, tetapi minimnya informasi mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan pemadaman.
"Kalau memang mau ada pemadaman, tolong sosialisasikan secara masif menggunakan berbagai media. Kalau bisa dua atau tiga hari sebelumnya sudah disampaikan, sehingga warga bisa bersiap-siap," ungkap Rohim..
Ia menilai informasi mengenai wilayah terdampak, waktu pelaksanaan hingga durasi pemadaman perlu disampaikan secara lebih rinci agar tidak mengganggu aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, Abdul Rohim menduga pemadaman bergilir berkaitan dengan keterbatasan pasokan energi pada sistem kelistrikan nasional, termasuk kemungkinan suplai batu bara.
Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat klarifikasi dari PLN.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN, Annisa Nabiha menegaskan, pemadaman bergilir di Samarinda bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara maupun bahan bakar pembangkit.
Gangguan yang saat ini terjadi, kata dia, disebabkan adanya kendala teknis pada salah satu komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang menyebabkan suplai listrik ke sistem Kalimantan belum optimal.
Ia memastikan kondisi energi primer, termasuk batu bara, dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan operasional pembangkit.
"Saat ini kondisi tersebut tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara. Pasokan energi primer dalam kondisi cukup," jelas Annisa.
Ia menjelaskan, Sistem Mahakam yang melayani Samarinda merupakan bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.
Untuk itu, pasokan listrik berasal dari sejumlah pembangkit yang saling terhubung dan saat ini terus dioptimalkan untuk menjaga keandalan sistem.
Meski proses pemulihan terus dilakukan, PLN belum memastikan kapan pemadaman bergilir akan berakhir.
Hingga Kamis (2/7/2026), PLN UP3 Samarinda masih menjadwalkan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Berdasarkan jadwal sementara yang dirilis pagi ini, pemadaman berlangsung pukul 12.00 hingga 15.00 WITA yang mencakup kawasan Pasar Arum, Jalan Hj Dundup, sebagian Jalan D.I. Panjaitan, Jalan Hj Amis, Perumahan Indovice, serta wilayah sekitarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk dapat terus memantau jadwal pemadaman yang diumumkan melalui Chanel WhatsApp PLN UP3 Samarinda secara berkala.


