Dandim Kukar Kupas Ancaman Global dan Pentingnya Nasionalisme

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kutai Kartanegara (Kukar), Letkol Arm Benny Budiman (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kutai Kartanegara (Kukar), Letkol Arm Benny Budiman (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dandim Kukar Kupas Ancaman Global dan Pentingnya Nasionalisme

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kutai Kartanegara (Kukar), Letkol Arm Benny Budiman (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kutai Kartanegara (Kukar), Letkol Arm Benny Budiman (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dandim Kukar Kupas Ancaman Global dan Pentingnya Nasionalisme

Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kutai Kartanegara (Kukar), Letkol Arm Benny Budiman (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kutai Kartanegara (Kukar), Letkol Arm Benny Budiman mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air, menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah belah bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan Benny saat menggelar coffee morning bersama awak media di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/Kukar, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Benny memaparkan berbagai dinamika global yang tengah terjadi, termasuk konflik bersenjata di sejumlah negara.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa stabilitas sebuah negara sangat bergantung pada persatuan rakyatnya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang mengalami kehancuran akibat konflik internal dan perpecahan di tengah masyarakat, salah satunya Libya.

Menurutnya, perbedaan pandangan yang tidak dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu hingga berujung pada instabilitas nasional.

“Kita harus belajar dari negara-negara yang hancur karena rakyatnya terpecah belah. Jangan sampai hal seperti itu terjadi di Indonesia. Persatuan adalah kekuatan utama bangsa ini,” ujarnya.

Selain menyoroti kondisi geopolitik dunia, Benny juga menilai program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden merupakan langkah strategis dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.

Ia mengatakan kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri menjadi bagian penting dari pertahanan negara.

Dandim menjelaskan, konsep pertahanan tidak hanya berkaitan dengan kekuatan militer, tetapi juga mencakup kemampuan bangsa dalam menjaga ketahanan pangan, energi, serta stabilitas sosial dan ekonomi.

Benny menambahkan, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai negara kepulauan.

Di satu sisi kondisi tersebut merupakan kekayaan yang besar, di sisi lain juga menghadirkan tantangan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah.

“Dengan kondisi Indonesia yang terdiri dari kepulauan, ini merupakan kekayaan sekaligus memiliki ancaman yang luar biasa,” tegas Benny.

Melalui kegiatan tersebut, Benny berharap sinergi antara TNI dan media dapat terus terjalin dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).