Banner ADV

Perpustakaan Berau Berbenah, Gen Z Jadi Sasaran Utama Penguatan Literasi Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Perpustakaan Berau Berbenah, Gen Z Jadi Sasaran Utama Penguatan Literasi Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Perpustakaan Berau Berbenah, Gen Z Jadi Sasaran Utama Penguatan Literasi Digital

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Perubahan pola konsumsi informasi di era digital mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau melakukan transformasi layanan. 

Tak lagi hanya mengandalkan koleksi buku cetak, perpustakaan kini dikembangkan menjadi ruang belajar modern yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan budaya membaca tetap tumbuh di tengah derasnya arus informasi digital.

Berbagai layanan berbasis teknologi pun mulai diperkuat agar masyarakat semakin mudah mengakses sumber pengetahuan kapan saja dan di mana saja.

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah mengatakan perkembangan teknologi tidak bisa dihindari sehingga perpustakaan harus ikut beradaptasi.

Menurutnya, pendekatan literasi saat ini harus mengikuti kebiasaan generasi muda yang lebih akrab dengan gawai dan platform digital.

“Perpustakaan tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman. Justru kami ingin menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi, sehingga membaca menjadi aktivitas yang semakin mudah dan menarik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Dispusip Berau telah menghadirkan berbagai layanan pendukung, mulai dari koleksi buku digital, fasilitas komputer hingga perpustakaan keliling yang menjangkau sejumlah kecamatan. 

Inovasi itu diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses informasi, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Rabiatul menilai Generasi Z memiliki kemampuan yang baik dalam memanfaatkan teknologi. Tapi, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan budaya literasi agar teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media untuk memperkaya pengetahuan.

“Anak-anak muda memiliki akses informasi yang sangat luas. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mereka memanfaatkan teknologi untuk belajar, membaca, dan meningkatkan kualitas diri, bukan sekadar menikmati konten di media sosial,” katanya.

Ia juga menegaskan seluruh fasilitas perpustakaan dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa biaya. Siapa pun dipersilakan datang dan menggunakan berbagai layanan yang tersedia.

Sementara masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai anggota akan memperoleh kemudahan tambahan berupa layanan peminjaman buku.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat. Perpustakaan adalah ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan untuk belajar, berdiskusi, maupun menambah wawasan,” jelasnya.

Menurut Rabiatul, kehadiran buku dalam format cetak maupun digital tetap memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Untuk itu, pihaknya akan terus mengembangkan layanan yang lebih inovatif agar perpustakaan menjadi pusat literasi yang adaptif, inklusif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar sepanjang hayat. Dengan budaya membaca yang kuat, kualitas SDM Berau juga akan semakin meningkat,” tutupnya. (Adv)