BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Konsumen Balikpapan Tetap Optimistis terhadap Ekonomi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Suasana aktivitas pengisian BBM di SPBU Stall Kuda, Balikpapan, Kamis (2/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Suasana aktivitas pengisian BBM di SPBU Stall Kuda, Balikpapan, Kamis (2/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Konsumen Balikpapan Tetap Optimistis terhadap Ekonomi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Suasana aktivitas pengisian BBM di SPBU Stall Kuda, Balikpapan, Kamis (2/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Suasana aktivitas pengisian BBM di SPBU Stall Kuda, Balikpapan, Kamis (2/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Konsumen Balikpapan Tetap Optimistis terhadap Ekonomi

Suasana aktivitas pengisian BBM di SPBU Stall Kuda, Balikpapan, Kamis (2/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Optimisme masyarakat Balikpapan terhadap kondisi perekonomian tetap terjaga sepanjang triwulan II 2026. 

Di tengah penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan LPG nonsubsidi, tingkat keyakinan konsumen masih berada pada zona optimistis.

Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan, rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 123,7. 

Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 132,3, namun masih berada di atas level 100 yang menandakan konsumen tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan optimisme tersebut menunjukkan daya tahan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih kuat, bahkan setelah berakhirnya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri dan adanya penyesuaian harga energi.

"Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tercermin dari rerata Indeks Keyakinan Konsumen sepanjang triwulan II 2026 yang tetap berada pada level optimistis sebesar 123,7," ucap Robi dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, optimisme masyarakat ditopang oleh persepsi yang masih positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi bahwa kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan akan tetap membaik.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, tingkat optimisme tertinggi berasal dari responden dengan pengeluaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan yang mencatatkan IKK sebesar 144,2. 

Selanjutnya disusul kelompok pengeluaran Rp7 juta hingga Rp8 juta sebesar 132,2 dan kelompok Rp4 juta hingga Rp5 juta sebesar 130,6.

Sementara berdasarkan usia, kelompok responden berusia 20-30 tahun menjadi yang paling optimistis dengan IKK mencapai 137,2. 

Posisi berikutnya ditempati kelompok usia 40-50 tahun yang juga menunjukkan tingkat keyakinan tinggi terhadap prospek ekonomi.

Survei BI juga menunjukkan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sepanjang triwulan II 2026 berada di level 115,2. 

Meski mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 122, angka tersebut masih mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi dibandingkan enam bulan lalu.

Kondisi tersebut didukung oleh indeks penghasilan saat ini yang mencapai 135,7, indeks ketersediaan lapangan kerja sebesar 106,3, serta indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) sebesar 103,7. Seluruh indikator tersebut masih berada di zona optimistis.

Di sisi lain, masyarakat juga tetap memiliki ekspektasi positif terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang berada pada level 132,1, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar 142,6.

Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi terhadap peningkatan penghasilan yang mencapai indeks 142,7, disusul ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 130,3 dan ekspektasi kegiatan usaha sebesar 123,3.

Menurut Robi, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika keyakinan konsumen selama triwulan II 2026. Salah satunya adalah proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) yang mulai memasuki tahap penyelesaian sehingga jumlah pekerja konstruksi berkurang dan berdampak terhadap sebagian pelaku usaha.

Namun demikian, peningkatan penghasilan yang diterima sebagian masyarakat melalui bonus, insentif, kenaikan gaji, lembur, maupun kenaikan omzet usaha berhasil menjaga optimisme konsumen.

Selain itu, peluang kerja baru juga terus terbuka melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berkembangnya usaha kafe dan laundry, serta masih berlangsungnya sejumlah proyek konstruksi di Balikpapan.

BI Balikpapan menilai hasil survei tersebut menunjukkan fondasi konsumsi rumah tangga di Kota Balikpapan masih relatif kuat dan berpotensi terus menopang pertumbuhan ekonomi daerah pada semester kedua di 2026.