Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Kepanikan sempat menyelimuti warga di Jalan Sawi, Kelurahan Tanjung Redeb, Kamis (2/7/2026) malam.
Kobaran api muncul sekitar pukul 19.00 Wita mengancam permukiman padat penduduk dan membuat warga berhamburan keluar rumah karena khawatir si jago merah merembet ke bangunan di sekitarnya.
Lokasi kejadian yang berada di kawasan padat hunian, bahkan tak jauh dari sebuah rumah ibadah, membuat proses penanganan harus dilakukan secepat mungkin.
Beruntung, upaya gabungan petugas pemadam bersama masyarakat berhasil membatasi penyebaran api sebelum menghanguskan seluruh bangunan.
Sebuah rumah yang didominasi material kayu mengalami kerusakan akibat kebakaran. Meski demikian, bangunan tersebut masih dapat dipertahankan sehingga tidak ludes dilalap api.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Heri Irwan, mengatakan laporan yang diterima langsung direspons dengan mengirimkan personel dan armada ke lokasi.
“Begitu informasi masuk, tim langsung bergerak menuju titik kejadian. Saat ini penyebab kebakaran belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil pendataan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, Disdamkarmat mengerahkan enam armada pemadam serta sekitar 30 personel. Penanganan juga mendapat dukungan dari relawan, instansi terkait, dan warga sekitar yang ikut membantu memperlancar proses pemadaman.
Menurut Heri, kelancaran perjalanan armada menuju lokasi menjadi salah satu faktor yang mempercepat penanganan. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pengguna jalan yang memberikan ruang bagi kendaraan pemadam untuk melintas.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan prioritas kepada armada pemadam. Kerja sama seperti ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan penanganan di lapangan,” katanya.
Meski api sempat membesar karena cepat membakar material kayu pada bangunan, petugas berhasil menguasai situasi sebelum kobaran meluas ke seluruh bagian rumah maupun bangunan di sekitarnya.
Usai api berhasil dipadamkan, personel masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Kami memastikan seluruh titik yang masih mengeluarkan asap benar-benar aman sebelum personel meninggalkan lokasi,” jelasnya.
Ia juga mengakui medan menuju lokasi menjadi tantangan selama proses pemadaman. Jalan yang sempit membuat mobilisasi armada tidak bisa dilakukan secara leluasa sehingga petugas harus menyesuaikan strategi saat menjangkau sumber api.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas juga masih mendata dampak yang ditimbulkan, termasuk menghitung nilai kerugian yang dialami pemilik rumah.


