Job Fair Kutim Tertunda, Terkendala Anggaran

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kantor Disnakertrans Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kantor Disnakertrans Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Job Fair Kutim Tertunda, Terkendala Anggaran

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kantor Disnakertrans Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kantor Disnakertrans Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Job Fair Kutim Tertunda, Terkendala Anggaran

Kantor Disnakertrans Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Rencana penyelenggaraan bursa kerja (job fair) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan belum dapat terlaksana pada 2026bini. 

Keterbatasan anggaran membuat Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim belum bisa memasukkan kegiatan tersebut dalam program kerja tahun berjalan, di tengah kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan akses lowongan pekerjaan.

Kepala Distransnaker Kutim, Sulisman mengatakan pelaksanaan job fair baru diusulkan dalam penyusunan anggaran tahun depan.

Menurutnya, seluruh kegiatan yang dijalankan pada tahun ini mengacu pada alokasi anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Memang kita usulkan untuk anggaran tahun depan. Kalau tahun ini kayaknya belum, karena belum ada anggarannya. Tahun ini kita melaksanakan anggaran yang memang sudah ditetapkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Meski demikian, peluang penyelenggaraan job fair pada tahun ini masih terbuka apabila terdapat tambahan anggaran melalui APBD Perubahan. 

Distransnaker akan kembali mengajukan usulan tersebut kepada pemerintah daerah apabila ruang fiskal memungkinkan.

"Kecuali nanti di perubahan ada penambahan APBD, kita tetap usulkan ke pimpinan, job fair maupun kegiatan lain termasuk pelatihan," katanya.

Selain job fair, Distransnaker juga mengusulkan sejumlah program peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk pelatihan bagi penyandang disabilitas. 

Salah satu program yang tengah dibahas bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) adalah pelatihan pijat bagi penyandang tunanetra.

Menurut Sulisman, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan diharapkan dapat bekerja di fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas maupun instansi lain yang memiliki ruang tunggu dan membutuhkan layanan pijat bagi masyarakat.

"Misalnya tukang pijat untuk tunanetra atau yang berkebutuhan khusus. Mereka kita latih dulu, diberikan pelatihan khusus, baru kemudian bisa dimanfaatkan atau dipekerjakan di rumah sakit, puskesmas, atau instansi pelayanan yang memiliki ruang tunggu cukup lama," pungkasnya.