Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Empat kamera pengawas (CCTV) akan dipasang di kawasan Jembatan Achmad Amins sebagai upaya memperkuat pengamanan aset daerah.
Langkah ini dilakukan menyusul maraknya aksi pencurian kabel penerangan jalan yang menyebabkan lampu di jembatan tersebut padam.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin mengatakan pemasangan CCTV merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Wali Kota Samarinda untuk mengamankan fasilitas publik yang belakangan kerap menjadi sasaran pencurian.
"Perintah Pak Wali waktu itu bagaimana pengamanan aset-aset ini. Permasalahannya kan kabel penerangan dicuri, sehingga Diskominfo ditugaskan memasang CCTV," jelas Suparmin.
Saat ini, kata dia, proses pengadaan kamera pengawas telah berkontrak dengan penyedia. Diskominfo hanya menunggu penyelesaian pekerjaan penggantian kabel penerangan oleh Dinas Perhubungan sebelum pemasangan dilakukan.
"Nanti kami masuk setelah pekerjaan dari Dishub selesai. Pengadaan CCTV sudah berkontrak, tinggal penyedia menyelesaikan pekerjaannya," katanya.
Sebanyak empat unit CCTV akan dipasang di titik masuk kawasan Jembatan Achmad Amins. Penempatan tersebut dipilih agar aktivitas keluar masuk kendaraan maupun orang yang memasuki area jembatan dapat dipantau secara optimal.
Menurutnya, kamera yang saat ini terpasang hanya berada di mulut jembatan dengan posisi cukup tinggi sehingga kurang efektif mengidentifikasi pelaku pencurian.
"Kalaupun di-zoom, wajah pelaku sulit terlihat. Makanya nanti kita tambah kamera di titik yang lebih dekat dengan akses masuk," ungkapnya.
Diskominfo menargetkan pemasangan kamera pengawas dapat direalisasikan pada Agustus 2026. Proses instalasi dinilai tidak membutuhkan waktu lama karena jaringan telah tersedia dan terintegrasi dengan server Diskominfo.
Ke depan, rekaman CCTV tersebut juga direncanakan dapat diakses oleh petugas terkait, termasuk Satpol PP yang berjaga di kawasan tersebut. Pemkot bahkan mempertimbangkan pengembangan sistem peringatan dini (early warning) apabila terdeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar aset publik.
"Harapannya nanti kalau ada orang yang mencurigakan, petugas bisa lebih cepat mengetahui dan melakukan tindakan," ujarnya.
Sementara Dinas Perhubungan Kota Samarinda juga telah mengusulkan anggaran sekitar Rp900 juta untuk mengganti kabel serta mengaktifkan kembali lampu penerangan jalan di sepanjang Jembatan Achmad Amins.


